BEKASI.POJOKSATU.id - Ustaz Ahmad Tritana mengingatkan masyarakat Kota Bekasi agar tidak salah memilih pemimpin di Pilkada 2024, yang akan digelar pada 27 November 2024 mendatang.

“Saat ini Kota Bekasi dalam proses pelaksanaan pemilihan kepala daerah. Pilihan masyarakat Kota Bekasi akan menentukan apakah Kota Bekasi mampu mempertahankan sebagai kota toleran atau malah justru melorot,” kata Ustadz Ahmad Tritana, pada Minggu, 15 September 2024.

Ustaz yang juga warga asli Pekayon, Bekasi Barat itu mengatakan, tingkat toleransi Kota Bekasi dari tahun ke tahun semakin baik. Hal itu harus dipertahankan, serta ditingkatkan sebisa mungkin.

Ustaz Ahmad Tritana menyatakan, merawat tolerans tidak terlepas dari kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Kesbangpol, FKUB, Tokoh Lintas Agama dan seluruh masyarakat Kota Bekasi.

Baca Juga: Perayaan Cap Go Meh di Kota Bekasi, Wujud Toleransi dan Potensi Pariwisata

Untuk saat ini, ada tiga pasangan calon (Paslon) yang telah mendaftar ke KPU Kota Bekasi yaitu Tri Adhianto (PDIP)-Haris Bobihoe (Gerindra) yang disingkat RIDHO. 

Lalu Heri Koswara (PKS)-Sholihin (PPP) atau RISOL, dan terakhir Uu Saeful Mikdar (Golkar)-Nurul Sumarheni (Nasdem).

Dari ketiga paslon itu, menurut Ustaz Ahmad, paslon yang berkomitmen untuk merawat dan mempertahankan toleransi keragaman serta kebhinekaan masyarakat Kota Bekasi adalah pasangan Tri Adhianto-Haris Bobihoe (RIDHO).

"Paslon RIDHO untuk kebaikan Kota Bekasi,” jelasnya.

Baca Juga: Wujud Toleransi di Kampung Bali Bekasi

Ustaz Ahmad Tritana mengungkapkan alasannya memilih Tri-Bobihoe terkait raihan Kota Bekasi sebagai Kota Toleran.

Saat peraihan Kota Toleran, Kota Bekasi sedang dipimpin Tri Adhianto sebagai Wakil Wali Kota hingga Plt Wali Kota Bekasi.

Karena prestasi tersebut, tokoh agama Islam di Indonesia Husein Ja’far Al Hadar atau yang populer disapa Habib Jafar bahkan mengapresiasi Bekasi sebagai kota terbaik toleransi ketiga di Indonesia.

“Kita senang karena kekuatan Indonesia itu adalah keragamannya, dan keragaman itu jadi kekuatan kalau keragaman itu dirajut dengan toleransi,” kata Habib Jafar saat Tri Adhianto menjabat Plt Wali Kota Bekasi.

Baca Juga: Mewujudkan Kota Bekasi Kota Paling Toleran di Se-Indonesia

“Tri Adhianto sudah terbukti. Raihan Kota Bekasi sebagai Kota Toleran tidak terlepas dari kepemimpinan Tri Adhianto saat menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bekasi, Plt Wali Kota Bekasi dan Wali Kota Bekasi. RIDHO yang terbaik untuk kebhinekaan dan keragaman Kota Bekasi saat ini, dan kedepan,” ungkap Ustaz Ahmad.

Ustaz Ahmad Tritana mengajak seluruh masyarakat Kota Bekasi agar bersama-sama merawat kebhinekaan dan keragaman Kota Bekasi bersama RIDHO.

Baca Juga: Apa Itu Prasasti Toleransi yang Diresmikan Plt Wali Kota Bekasi

Diketahui, tingkat toleransi Kota Bekasi dari tahun ke tahun semakin membaik. 

Pada tahun 2023 Kota Bekasi meraih peringkat kedua sebagai Kota Toleran se-Indonesia versi Setara Institute.

Kota Bekasi hanya kalah dari Kota Singkawang di Provinsi Kalimantan Barat yang duduk di posisi pertama. 

Dalam laporan Indeks Kota Toleran (IKT) tahun 2023, Kota Bekasi meraih skor 6,460. Skor Kota Singkawang sebesar 6,500.

IKT sendiri rutin dikeluarkan Setara Institute setiap tahun. Tahun ini merupakan kali keenam mereka mengeluarkan IKT. ***