POJOKSATU.id - Setelah mengalami 2 kali kegagalan dalam perjalanan studi tour, orang tua siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bekasi meminta pengembalian uang.

Informasi yang diterima oleh Pojoksatu.id menunjukkan bahwa awalnya para siswa dijadwalkan berangkat pada tanggal 29 Mei hingga 1 Juni, namun acara tersebut dibatalkan.

Kemudian, jadwal perjalanan diubah menjadi tanggal 8 hingga 11 Juni 2023, tapi juga tidak sesuai janji.

Hingga 8 Juni 2023, pihak EO yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan studi tour MAN 1 Bekasi tidak memberikan kepastian mengenai keberangkatan.

Siswa dan sekolah diminta untuk menunggu hingga malam hari, tetapi bus yang seharusnya membawa mereka ke Yogyakarta tidak kunjung tiba hingga pukul 20.00 WIB, yang seharusnya menjadi waktu keberangkatan yang disepakati.

BACA JUGA: Pihak EO Perpisahan MAN 1 Bekasi Harus Kembalikan Dana Rp474 Juta Dalam Sepekan

Firman Fauzi, 52 tahun, sangat kecewa dengan pihak EO penyelenggara studi tour, yaitu MSB Group Event Organizer (EO) dan Jogja Holiday Center (JHC).

"Kami dapat mengatakan bahwa MSB sebagai EO tidak profesional, karena perjanjian kerjasama telah dua kali tidak tepat dan sekarang malah gagal berangkat," ujar Firman kepada Pojoksatu.id pada Jumat, 9 Juni 2023.

Ia meminta agar pihak travel mengembalikan sepenuhnya uang siswa MAN 1 Kota Bekasi sebesar Rp1.999.000.

"Karena sesuai dengan kontrak yang disepakati, ini bukan kesalahan dari pihak sekolah. Kesalahan sepenuhnya berada pada EO yang tidak memberikan kejelasan dan kesepakatan," tegas Firman.

BACA JUGA: Batal ke Yogya, Emosi Wali Murid Meledak saat Direktur EO Nongol di MAN 1 Bekasi

Firman juga menjelaskan bahwa pihak travel dan EO tidak transparan mengenai penginapan dan bus yang akan digunakan oleh siswa untuk perjalanan ke Yogyakarta.

"Sampai saat ini, tempat penginapan yang akan ditempati oleh siswa tidak pernah dijelaskan," demikian kata dia.

Penulis: Adika F. Utomo
Editor: Andi Saddam