BEKASI.POJOKSATU.id - Sejumlah warga di Kelurahan Bojongmenteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, mengeluhkan kondisi air sumur mereka yang berubah menjadi hitam pekat dan berbau menyengat.

Warga menduga, perubahan warna dan bau air tersebut disebabkan oleh aktivitas Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di lingkungan mereka.

Salah satu warga, Subur, mengatakan rumahnya berdekatan dengan lokasi pembuangan limbah dari dapur tersebut. Ia mengaku bau tak sedap kerap masuk ke dalam rumah, terutama saat air di saluran pembuangan sedang penuh.

“Kalau air di kubangan itu lagi penuh, baunya nyengat banget, sampai ke dalam kamar,” ujar Subur, Jumat, 31 Oktober 2025.

Baca Juga: DLH Kota Bekasi Tindaklanjuti Dugaan Pencemaran Lingkungan di Bojong Menteng

Ia menambahkan, kondisi itu baru terjadi dalam beberapa minggu terakhir sejak kegiatan dapur SPPG berlangsung.

“Awalnya cuma agak keruh, belum hitam banget. Pernah kami pakai buat bikin kopi, tapi suami malah sakit perut,” jelasnya.

Sejak insiden tersebut, keluarga Subur memutuskan untuk tidak lagi menggunakan air sumur dan beralih membeli air galon demi kebutuhan sehari-hari.***