BEKASI.POJOKSATU.id -  Warga yang bermukim di sepanjang Jalan Pangkalan 5, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, mengeluhkan polusi debu yang ditimbulkan aktivitas truk pengangkut tanah menuju lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di kawasan Folder Ciketing Udik.

Debu beterbangan hampir setiap kali kendaraan bertonase besar melintas. Kondisi tersebut membuat badan jalan, permukiman warga, hingga tempat usaha di sekitar lokasi tertutup lapisan debu.

Salah seorang warga sekaligus pemilik warung makan, Tia (41 tahun), mengatakan kondisi itu telah berlangsung hampir dua pekan sejak dimulainya pekerjaan pengurukan lahan.

Baca Juga: Polres Metro Bekasi Kota Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan dengan Masyarakat

"Kalau truk lewat debunya langsung masuk ke rumah. Baru dibersihkan sebentar sudah kotor lagi. Napas juga jadi sesak karena debunya banyak," ujarnya, Kamis, 25 Juni 2026.

Menurutnya, debu membuat dirinya harus membersihkan rumah dan warung berkali-kali setiap hari. Peralatan makan pun cepat kembali kotor sehingga mengganggu aktivitas usaha.

Dampaknya juga dirasakan dari sisi ekonomi. Sejumlah pelanggan memilih tidak jadi makan di warung karena kondisi lingkungan yang dipenuhi debu.

"Ada juga yang tadinya mau makan di sini jadi batal karena lihat debunya," katanya.

Akibat kondisi tersebut, Tia memperkirakan omzet warungnya turun sekitar 20 persen dibandingkan hari-hari normal.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Pelajari Teknologi PLTSa di China, Siapkan Transformasi Bantargebang Jadi Kawasan Ekonomi Hijau

Selain mengganggu usaha, warga mulai merasakan dampak kesehatan. Ia mengaku sejumlah anak di lingkungan sekitar mengalami gangguan pernapasan, sementara dirinya mengalami iritasi kulit akibat debu yang bercampur dengan keringat.

Warga telah menyampaikan keluhan melalui pengurus lingkungan agar diteruskan kepada pemerintah maupun pelaksana proyek. Mereka berharap jalan rutin dibersihkan dan disiram sedikitnya dua kali sehari untuk mengurangi debu.***