POJOKSATU.id, KABUPATEN BEKASI - Ratusan warga Grand Cikarang City (GCC) berdemonstrasi ke marketing gallery, Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Minggu, 26 Februari 2023, siang.

Warga berdemonstrasi lantaran geram lantaran kediaman mereka kerap dilanda banjir. Bahkan sebelum pembanguan proyek terbaru berlangsung.

Dampak banjir tersebut paling dirasakan oleh warga Sakura, salah satu cluster di GCC, Mawar, menjelaskan banjir terjadi sejak hari Jumat, 24 Februari 2023.

"Tiap hari banjir capai membersihkannya. Efek banjir, air masuk ke rumah, kotor, gak bisa keluar karena akses tertutup, tidak bisa ke mana-mana, dari hari Jumat. Belum minggu lain, belum bulan lain," ucap Mawar di depan di sela-sela aksi demonstrasi.

BACA JUGA: Sakit saat Banjir Melanda, Warga Puri Nirwana Residence Tutup Usia

Lewat aksi demo ini, warga berharap pengembang dapat memberikan solusi agar banjir tidak lagi melanda kediaman mereka.

Lanjut Mawar, banjir semakin parah usai ada proyek yang berlangsung saat ini yaitu Cikarang Water City (Ciwati). Meski demikian, dia mengaku sebelum proyek ini banjir juga kerap terjadi meski tidak separah seperti sekarang.

Dia membandingkan banjir kali ini lebih parah dibandingkan tahun 2020 silam. Ketinggian air di jalan Sakura mencapai paha orang dewasa, sementara di dalam rumah kira-kira sedengkul.

Dengan demo  tersebut, warga berharap ada langkah penyelesaian dari pengembang atas masalah tersebut.

"Harapan kita supaya tidak ada banjir lagi. Terserah proyek, warga diurus juga, jangan sampai banjir seperti ini. Bangun (proyek, Red) tapi warganya tidak dipikirkan," ucap dia.

BACA JUGA: Luapan Kali Ciherang Bikin 300 Warga Desa Karangsari Kebanjiran

"Dari marketing (saat memasarkan, Red) tidak ada banjir, ternyata baru seperti ini banjir, hujan sedikit banjir. Akses jalan utama terputus, apalagi di dalam gang. Warga tidak bisa melakukan apa-apa, anak-anak juga tidak bisa main," demikian kata dia. (Andi Saddam)