BEKASI.POJOKSATU.ID - Warga yang tinggal di kawasan Kaliabang Bahagia, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, mengaku terganggu dengan kemunculan debu hitam pekat yang belakangan ini mencemari lingkungan mereka.

Debu tersebut diduga berasal dari aktivitas sebuah perusahaan yang lokasinya tidak jauh dari permukiman. Setiap pagi, lapisan debu terlihat menempel di teras, dinding, hingga halaman rumah warga.

Fenomena ini telah berlangsung sekitar satu bulan. Meskipun sudah disapu ataupun dipel, debu hitam itu tetap sulit dibersihkan dan membuat kawasan permukiman tampak lebih kotor dari biasanya.

Baca Juga: PKK Kota Bekasi Hadiri Puncak HKG PKK ke-53 Jawa Barat, Momentum Perkuat Peran Perempuan dan Asta Cita

Polusi udara tersebut tidak hanya mengganggu warga, tetapi juga aktivitas Pondok Pesantren (Ponpes) Fathul Baari. Para santri terlihat harus berkali-kali menyapu dan mengepel untuk membersihkan tumpukan debu yang terus muncul.

Dafa (17 tahun), salah satu santri, mengatakan dirinya dan teman-temannya semakin sering membersihkan area pondok sejak debu pekat itu muncul sekitar Oktober lalu.

"Awalnya kelihatan pas bersihin teras. Sudah dipel, tapi masih banyak debu yang menempel. Ini sudah sebulan," ujarnya pada Kamis, 20 November 2025.

Ia menyebut debu yang masuk ke area ponpes jauh lebih tebal dibanding debu biasa dan sangat sulit dihilangkan.

"Susah banget. Ngepel saja tidak cukup, harus disiram dan diserok karena debunya tebal. Di kamar juga menempel di kasur dan baju," katanya.

Baca Juga: Wawali Bekasi Hadiri Rakornas Kepegawaian 2025, Dorong Penguatan Manajemen ASN dan Implementasi Asta Cita

Ria (29 tahun), warga RT 2 RW 4, juga mengaku harus lebih sering membersihkan rumahnya akibat polusi tersebut.

"Kotornya parah sampai masuk ke rumah. Jadi harus sering nyapu dan ngepel karena sulit dibersihkan," keluhnya.

Ria menambahkan bahwa kejadian seperti ini bukan yang pertama kalinya. Debu hitam pernah muncul sebelumnya, namun kali ini durasinya lebih lama.

"Sudah sebulan. Ini kejadian kedua, dan sekarang lebih lama dibanding yang dulu," tutupnya.***