POJOKSATU.id - Masyarakat RW 3, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, berdemonstrasi di jalan permukiman, Sabtu, 8 April 2023.
Pendemo yang didominasi emak-emak itu menuntut uang kompensasi bau TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) Bantar Gebang yang sedianya diterima 3 bulan sekali.
Mereka menuntut uang itu dapat diterima sebelum hari raya Idul Fitri tiba dalam waktu dekat.
“Kalau uang Bulog belum dicairkan sampai sebelum lebaran ini, maka TPA DKI akan kami tutup,” kata salah seorang pendemo. Ucapan itu disambut teriakan emak-emak lain di belakang.
Sedianya warga menerima Rp400 ribu setiap bulan yang cair tiga bulan sekali. Tapi, uang Rp1,2 juta itu belum diterima hingga warga pun resah.
BACA JUGA: Uang Kompensasi Bau Belum Cair, Emak-Emak di Bantar Gebang Harap Sabar
”Yang jelas saat ini warga membutuhkan untuk kebutuhan Lebaran,” kata Kiman, warga setempat, Minggu, 9 April 2023.
Keterlambatan itu bukan kali ini saja terjadi, pada tahun lalu warga baru menerima jatah 3 bulan pertama pada bulan kelima.
Padahal, saat ini warga amat membutuhkan uang tersebut untuk persiapan Idul Fitri ketika harga kebutuhan pokok meningkat.
“Pemerintah harus bisa menyikapi lah, kasian warga. Terlepas perjanjian itu belum ditandatangani atau seperti apa, yang jelas dia kan masih tetap buang sampah, tidak ada kendala,” kata dia.
Total penerima uang kompensasi bau di 3 kelurahan di Bantargebang sebanyak 18.840 keluarga, meliputi Sumur Batu, Ciketing Udik, dan Cikiwul.
Penulis: Surya Bagus (radarbekasi.id)
Editor: Andi Saddam




