POJOKSATU.id, KABUPATEN BEKASI - Korban mutilasi yang ditemukan di kamar kontrakan M Ecky Listiantho, 34 tahun, di wilayah Kampung Buaran, Tambun Selatan, tidak pernah tercium bau busuk.

Padahal di dalam kontrakan itu ada mayat korban mutilasi yang diduga sudah ada sejak November 2022.

Warga setempat justru mencium aroma bahan kimia dan juga bau kopi.

Tetangga kontrakan pelaku, Fajar Agung, 23 tahun, menerangkan, ada beberapa keanehan soal bau busuk yang tak pernah tercium oleh warga dan barang-barang perempuan di kamar kontrakan yang disewa oleh Ecky.

BACA JUGA: Terkuak Sudah Identitas Wanita Korban Mutilasi di Bekasi, Begini Hasil Pemeriksaan Polisi

Fajar yang juga tinggal di bangunan kontrakan itu mengkaui tak pernah mencium ada bau busuk dari kamar Ecky.

Dirinya mengatakan hanya mencium bau cairan kimia yang kuat bercampur bau kopi dari kamar itu.

"Enggak sama sekali (mencium bau busuk). Saya suka bawa mobil dan parkir di dekat kamarnya. Tapi memang ada bau kimia dan bau bubuk kopi," ujar Fajar, Jumat, 6 Januari 2023.

Ketika polisi datang dan pintu kamar Ecky dibuka, aroma cairan kimia yang bercampur kopi itu pun semakin kuat.

BACA JUGA: Terduga Pelaku Ditangkap, tapi Polisi Kesulitan Ungkap Identitas Korban Mutilasi di Kontrakan Tambun Bekasi

Fajar menerangkan bau busuk dari jasad korban baru terasa menyengat ketika polisi membuka pintu kamar mandi.

Saat pintu kamar mandi dibuka, polisi bersama warga kemudian melihat 2 boks kontainer, benda yang menjadi asal-usul bau busuk itu keluar.

"Itu pas dibuka (kontainer), ada plastik hitam berukuran besar terbungkus 3. Jadi ada 3 plastik yang membungkus badan korban," kata dia. (Adika F Utomo)