BEKASI.POJOKSATU.ID - Kasus dugaan BBM tercampur air di SPBU Pertamina kawasan Bekasi Timur berbuntut panjang.

Tak hanya memicu keluhan konsumen yang kendaraannya mogok, peristiwa ini juga memunculkan dugaan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali terjadi.

Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah akun Threads @pujiestia mengunggah video yang memperlihatkan tangki bensin sepeda motor dikuras dan mengeluarkan cairan berwarna putih yang diduga bercampur air.

Baca Juga: Mudik Gratis Kemenhub 2026 Resmi Dibuka 1 Maret, Kuota 110 Ribu Lebih untuk Bus, KA, dan Kapal Laut

Dalam keterangannya, pemilik akun menyebut motornya mogok tak lama setelah mengisi bensin di SPBU Bulak Kapal.

“Beli bensin isi air di Pertamina Bulak Kapal Bekasi. Keluar dari pom, motor mogok. Kirain rusak gataunya kok banyak motor mogok di sekitar pom. Langsung balik ke pom bensin bergerombol. Infonya kejadian kayak gini gak cuma sekali,” tulis akun tersebut, 1 Maret 2026.

Pernyataan itu memantik reaksi warganet lain yang mengaku pernah mendengar atau mengalami kejadian serupa.

Baca Juga: SPBU 34.171.46 Bulak Kapal Siap Ganti Rugi, 22 Kendaraan Mogok Usai Isi Pertalite Tercampur Air

Dugaan berulangnya insiden membuat publik mulai mempertanyakan sistem pengawasan distribusi BBM di SPBU tersebut.

Pengawas SPBU, Ragil Pambudi, mengonfirmasi adanya insiden campuran air dalam bahan bakar. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen yang terdampak.

“Intinya kejadian tersebut memang benar adanya. Kami mohon maaf kepada seluruh konsumen karena memang terjadi campuran air pada bahan bakar,” kata Ragil, Minggu 1 Maret 2026.

Baca Juga: Pendaftaran Mudik Gratis Pertamina 2026 Segera Dibuka, Sudah Termasuk Arus Balik

Menurutnya, pihak SPBU telah menangani kendaraan yang terdampak dan membuka posko pengaduan bagi konsumen.

Hingga saat ini, tercatat sekitar 18 kendaraan roda dua dan empat kendaraan roda empat telah ditangani.

“Dari pihak SPBU kami sudah bertanggung jawab atas kejadian ini. Semua kendaraan konsumen yang terdampak sudah kami tangani dengan baik,” ujarnya.

Meski demikian, munculnya narasi bahwa kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya menambah tekanan publik terhadap pengelola dan pihak terkait.

Konsumen menilai, jika benar insiden ini bukan yang pertama, maka perlu evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyimpanan dan distribusi BBM.

Baca Juga: 21 Motor dan 4 Mobil Terdampak, Pertamina Regional JBB Pastikan Biaya Perbaikan Ditanggung SPBU

Ragil menyebut investigasi masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti bercampurnya air dalam bahan bakar.

Ia juga menyampaikan bahwa penjelasan lebih detail akan disampaikan oleh pihak Pertamina.

“Saat ini masih dilakukan investigasi di lapangan untuk mengetahui kronologi serta penyebab pastinya. Untuk penjelasan lebih detail nantinya akan disampaikan oleh pihak Pertamina,” tuturnya.

Baca Juga: SPBU 34.171.46 Bekasi Timur Ditutup, Puluhan Motor dan Mobil Mogok Usai Isi Pertalite

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kepercayaan publik terhadap kualitas dan keamanan BBM.

Kerusakan kendaraan akibat bahan bakar tercemar bukan hanya merugikan secara materi, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Publik kini menanti hasil investigasi resmi dan langkah konkret pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Dugaan bahwa insiden ini pernah terjadi sebelumnya memperkuat tuntutan agar pengawasan distribusi BBM dilakukan lebih ketat dan transparan.***