BEKASI.POJOKSATU.id - Kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Rabu serta penerapan penggunaan transportasi non-BBM setiap Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi mulai menunjukkan hasil signifikan. Selain mendukung gerakan ramah lingkungan, langkah ini juga berdampak langsung pada efisiensi energi di perkantoran.
Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Bekasi, Imas Asiah, mengungkapkan bahwa kebijakan yang mulai diterapkan sejak pertengahan 2025 tersebut berhasil menekan tagihan listrik hingga 14,2 persen.
“Hasil pantauan dari pembayaran listrik bulan Januari dan Februari 2026 sudah mengalami penurunan 14,2 persen dibandingkan biasanya,” ujarnya, Senin, 6 April 2026.
Baca Juga: WFH ASN Bekasi Bukan Sekadar Hemat Listrik, Fokus Tekan Konsumsi BBM
Ia menjelaskan, penghematan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh penerapan WFH, tetapi juga didukung berbagai langkah teknis yang dijalankan secara konsisten di lingkungan kantor pemerintahan.
“WFH sangat membantu karena aktivitas kantor berkurang, tetapi kami juga melakukan pengendalian langsung di lapangan,” katanya.
Pengawasan dilakukan secara rutin untuk memastikan tidak ada pemborosan energi, terutama di luar jam kerja. Petugas melakukan pengecekan harian agar lampu dan pendingin ruangan dimatikan setelah aktivitas selesai.
Selain itu, pembatasan penggunaan lift juga diberlakukan dengan mendorong pegawai menggunakan tangga untuk lantai tertentu, yang dinilai tidak hanya menghemat listrik tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan.
Upaya lain yang dilakukan adalah penggantian lampu konvensional dengan lampu hemat energi secara bertahap di berbagai perangkat daerah, yang turut berkontribusi pada penurunan konsumsi listrik.
Baca Juga: DPRD Kota Bekasi Pertimbangkan Penutupan SPBE Cimuning Usai Insiden Ledakan
Imas menilai, perubahan perilaku pegawai menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Kesadaran untuk hemat energi kini mulai terbentuk di kalangan ASN.
Ia juga menyoroti kebijakan penggunaan transportasi tanpa BBM setiap Jumat yang dinilai memperkuat budaya efisiensi energi secara menyeluruh.
“Program Jumat tanpa BBM ini bukan hanya soal transportasi, tapi membangun budaya hemat energi secara keseluruhan,” pungkasnya.***




