BEKASI.POJOKSATU.id - Gejolak pedofilia Didik Setiawan (61 tahun) muncul setelah ditinggal istrinya. Sudah 7 bulan terakhir dia tinggal seorang diri.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota AKBP Muhammad Firdaus menjelaskan pelaku ditinggalkan oleh istri mudanya setelah menikah selama 2 tahun.

Sejak saat itu Didik tidak punya tempat menyalurkan hasrat biologisnya dan mencari cara bagaimana menyalurkannya.

Baca Juga: Motif Pembunuhan di Bantargebang Terungkap, Ternyata Korban Sudah Diincar Sejak Lama

"Jadi tersangka ini mengincar korbannya karena suka anak kecil. Ini merupakan gejolak-gejolak pedofil," ucap Firdaus kepada wartawan, Jumat, 7 Juni 2024.

Didik Setiawan rupanya tertarik dan sudah mengincar GH (9 tahun) sebulan lamanya. Awalnya dia memang sengaja kerap memberikan uang kepada anak itu agar punya kedekatan.

Didik memberikan uang kepada korban sebanyak 4 kali dengan jumlah yang berbeda. Terakhir, dia memberikan apel untuk saat membujuk korban agar masuk ke dalam rumahnya.

Baca Juga: Ternyata Ada Orang Lain di Balik Praktik Perdukunan di Rumah Tersangka Pembunuhan Bocah

Di situlah Didik melancarkan aksi bejatnya. Dua kali dia menodai GH dan bingung menutup aksi bejatnya sampai membunuh bocah itu.

Didik lalu mengubur mayat korbannya ke dalam lubang sedalam 2,5 meter di pekarangannya.

GH dilaporkan hilang oleh orang tuanya pada 31 Mei 2024. Warga Kelurahan Ciketingudik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, awalnya sudah mencurigai Didik.

Bukan tanpa alasan, karena korban memang sering terlihat bermain di rumah didik belakangan ini. Dan, dugaan warga benar. Saat penggerebekan pada 2 Juni 2024, ditemukan jasad korban.***