BEKASI.POJOKSATU.id – Polres Metro Bekasi Kota menyiapkan strategi pengamanan berbeda di setiap kawasan permukiman untuk mencegah tindak kriminalitas, mulai dari pencurian kendaraan bermotor hingga tawuran remaja.
Strategi tersebut disesuaikan dengan karakteristik dan tingkat kerawanan masing-masing wilayah. Untuk menentukan langkah yang tepat, polisi melakukan pemetaan hingga ke tingkat rukun warga dan rukun tetangga.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, seluruh personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat atau Bhabinkamtibmas telah diterjunkan ke wilayah binaannya.
Petugas melakukan asesmen langsung untuk melihat kondisi keamanan lingkungan sekaligus menentukan pola pencegahan yang dapat diterapkan bersama warga.
“Bhabinkamtibmas yang ada di masing-masing kelurahan, masing-masing ada satu, mereka bergerak melakukan asesmen hingga ke tingkat RW dan RT untuk menentukan upaya apa yang akan dilakukan dalam rangka menciptakan kondisi aman,” ujar Kusumo, Rabu (15/7/2026).
Menurut Kusumo, setiap permukiman memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, sistem pengamanan yang diterapkan tidak dapat disamaratakan.
Kawasan perumahan kluster, misalnya, dinilai dapat memperketat keamanan dengan menerapkan sistem satu pintu atau one gate system.
Sistem tersebut dapat membantu petugas keamanan memantau setiap kendaraan dan orang yang keluar masuk lingkungan.
Sementara itu, permukiman terbuka membutuhkan pendekatan berbeda, salah satunya melalui pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik strategis.
Baca Juga : Amuk Sesaat Sopir Angkot di Pekayon Berujung Jeruji Besi
CCTV dinilai dapat membantu pengawasan lingkungan sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
“Maka itu diperlukan asesmen langsung di lapangan untuk melihat kondisi riil di tiap-tiap wilayah, untuk nantinya bisa dilakukan improvisasi,” katanya.
Pemetaan tersebut juga akan menjadi dasar bagi kepolisian dalam menentukan langkah mitigasi terhadap berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain curanmor, polisi turut memberikan perhatian terhadap potensi tawuran remaja yang kerap terjadi di kawasan permukiman maupun jalan lingkungan.
Setelah proses pemetaan rampung, Polres Metro Bekasi Kota berencana mengundang para pengurus RW untuk mengikuti sosialisasi mengenai hasil asesmen dan langkah pengamanan yang perlu dilakukan.
Melalui forum tersebut, polisi berharap masyarakat dapat memahami potensi kerawanan di lingkungannya sekaligus berperan aktif dalam melakukan pencegahan.
Kolaborasi antara aparat kepolisian, pengurus lingkungan, petugas keamanan, dan warga dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan kondisi Kota Bekasi yang aman dan kondusif.***




