BEKASI.POJOKSATU.id - Dugaan perselisihan dalam rumah tangga berujung pada tindakan penganiayaan berat di kawasan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Akibat peristiwa tragis pada Minggu, 13 September 2026 ini, sebanyak tiga orang mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Insiden tersebut terjadi di sebuah bangunan kontrakan yang berada di Kampung Penggilingan Tengah, RT 7 RW 5, Kelurahan Kebalen. Seorang warga lokal, Jayadi, membeberkan bahwa kejadian berdarah ini bermula sewaktu pria berinisial A mendatangi lokasi bersama istrinya.

"Pelaku datang bersama istrinya. Kemudian terjadi cekcok dan berujung penganiayaan," jelas Jayadi pada Senin, 14 September 2026.

Jayadi menuturkan bahwa aksi penganiayaan tersebut memakan tiga korban jiwa sekaligus, yakni sepasang suami istri yang merupakan mertua dari terduga pelaku, serta seorang anak kecil yang berusia 12 tahun.

Baca Juga: Polisi Dalami Kasus Kematian Perempuan 18 Tahun di Babelan Bekasi

"Korban yakni anak kecil umur 12 tahun, kemudian yang laki-laki katanya mertuanya, dan mertuanya yang perempuan juga," tuturnya.

Meskipun belum mengetahui secara detail penyebab awal pertikaian, Jayadi mengungkapkan informasi dari pihak keluarga bahwa pertengkaran verbal memang telah terjadi sebelum puncaknya peristiwa pembacokan tersebut.

"Kalau kronologi lengkapnya saya kurang tahu. Tapi kalau dari pihak korban, katanya semalam memang sudah ada kejadian ribut mulut," ucapnya.

Dalam melancarkan aksinya, terduga pelaku disinyalir menggunakan senjata tajam jenis golok. Senjata yang dipakai melukai para korban tersebut bahkan dilaporkan sempat tertinggal di area tempat kejadian perkara.

"Bahkan barang bukti yang digunakan pelaku berupa golok juga ketinggalan," kata Jayadi.

Baca Juga: Tiga Sekuriti Sebut Ada Pemukulan Fendy dalam Sidang Dugaan Pengeroyokan Nyumarno

Saat ini, ketiga korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan tindakan medis. Di sisi lain, jajaran Polsek Babelan bersama Polres Metro Bekasi sedang mengusut tuntas kasus ini untuk mengumpulkan fakta kronologi serta mendalami motif di balik pembacokan tersebut.***