BEKASI.POJOKSATU.id - Aep (31 tahun) mengungkapkan apa yang diketahuinya tentang kasus pembunuhan Vina dan Eky. Aep yang kini tinggal di Cikarang, rupanya merupakan saksi kunci kasus tersebut.

Kasus pembunuhan Vina dan Eky terjadi tahun 2016 di Jembatan Talun, Jalan Cakrabuana, Kabupaten Cirebon. Sepasang kekasih tersebut tewas dengan kondisi mengenasan diduga oleh anggota motor XTC.

Aep merupakan pegawai cuci steam mobil yang berada di depan tempat para pelaku pembunuh Vina dan Eky nongkrong.

Baca Juga: Anime Naruto Shippuden: Fakta Menarik Organisasi Kriminal Akatsuki yang Belum Banyak Diketahui Para Penggemar, Terakhir Bikin Geger

Dia ingat betul saat itu para pelaku menggunakan sepeda motor dan juga seragam XTC. Mereka melempar para korban yang sedang melintas dengan menggunakan batu. Setelah itu, langsung mengejar Vina dan Eky.

"Nah, waktu kejadian saya lagi nongkrong dan melihat jelas bahwa korban awalnya dilempar menggunakan batu dan langsung dikejar-kejar," ungkap Aep, Jumat 24 Mei 2024.

Karena melihat keberingasan itu, Aep memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Karena, Aep tak ingin terjadi sesuatu pada dirinya karena geng motor itu.

Aep sendiri tidak mengetahui secara pasti selanjutnya. Karena, jumlah pelaku pada saat kejadian. Lokasi saat itu gelap.

Baca Juga: Agen BRILink di Rawalumbu Kecurian, 20 Juta Raib

"Masalahnya di situ juga anak-anak ada sekitaran 8 orang. Cuma yang memepet itu ada 4 motor," jelas Aep.

Aep membantah keras memiliki hubungan pertemanan dengan para pelaku, tapi dari beberapa pelaku dia mengenali wajahnya karena pelaku kerap nongkrong di tempat cuci steam mobil tersebut.

Namun dia menjamin bahwa tidak pernah berinteraksi dengan mereka. Untuk interaksi gak pernah," tutur dia.

Sejak kasus Vina kembali viral, Aep kembali dimintai keterangan terkait salah satu orang DPO atas nama Pegi Setiawan oleh polisi.

"Ya, terakhir berikan keterangan soal masalah DPO yang baru ketangkap. (Polisi) menanyakan ‘apakah saudara kenal sama orang ini?’ Ya saya mengenalnya cuma tidak tahu namanya," ungkap dia.

Aep dimintai keterangan di kantor Desa Karangasih dan Polsek Cikarang Utara. Dia diminta memberikan keterangan soal sosok Pegi.

Baca Juga: Kapolsek Bekasi Selatan Pastikan Korban Tidak Hamil dan Tidak Dibunuh

Polisi juga menanyakan soal motor yang digunakan oleh Pegi saat kejadian tersebut.

"Terus apakah tau motornya? Ya saya tau motornya Smash warna Pink," terang Aep.

Dia kembali mengingat saat sebelum peristiwa penganiayaan yang berujung pembunuhan itu terjadi, dia sempat melihat Pegi berada di warung tempat para pelaku nongkrong.

"Waktu penangkapan itu saudara Pegi tidak ada. Tapi pas kejadian itu ada," demikian kata dia.***