BEKASI.POJOKSATU.id – Aksi pelecehan seksual kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi. Seorang karyawati menjadi korban tindakan asusila yang dilakukan pria tak dikenal saat hendak berangkat kerja, Selasa 10 Februari 2026.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Nonah Merah, Kelurahan Telaga Asih, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, saat kondisi lingkungan masih gelap dan sepi aktivitas warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Pojokbekasi.id, pelaku datang dari arah Jalan Raya Imam Bonjol dengan mengendarai sepeda motor matik seorang diri. Korban yang saat itu berjalan kaki sendirian diduga telah diikuti dari belakang.
Rekaman kamera CCTV milik warga sekitar memperlihatkan pelaku mendekati korban ketika situasi jalan terlihat lengang.
Tanpa banyak interaksi, pelaku langsung melakukan aksi pelecehan dengan menyentuh bagian tubuh sensitif korban, lalu melarikan diri dengan memacu kendaraannya.
Korban yang terkejut sempat berusaha mengejar pelaku, namun pria tersebut berhasil kabur dari lokasi kejadian.
Baca Juga: Bayi Dibuang Pasangan Kekasih di Bekasi Meninggal Saat Dirawat di RSUD
Salah satu warga sekitar, Asib Awaludin, mengatakan dirinya mendengar teriakan korban yang meminta pertolongan.
“Saya mendengar suara teriakan dari korban beberapa kali. Memang kondisinya masih gelap dan belum ada aktivitas warga karena masih subuh,” ujar Asib kepada Pojokbekasi, Kamis 13 Februari 2026.
Menurutnya, pelaku melintas seorang diri menggunakan sepeda motor dan memanfaatkan kondisi jalan yang sepi.
“Pelaku dari arah jalan raya Imam Bonjol. Dia sendirian, pakai motor. Memang belum ada aktivitas masyarakat karena masih pagi sekali,” jelas dia.
Baca Juga : Trans Beken Bikin Penghasilan Turun 80 Persen, Sopir Angkot Bekasi Siap Demo Lagi
Asib menyebut, untuk kasus begal payudara, kejadian tersebut baru pertama kali terjadi di lokasi tersebut. Namun, tindakan asusila lainnya seperti aksi eksibisionis yang menyasar karyawati disebut sudah beberapa kali terjadi.
“Memang area sini sudah sering terjadi tindak asusila terhadap perempuan. Tapi yang sampai terekam kamera baru kali ini,” ungkap dia.
Warga mengaku resah dengan kejadian tersebut karena mayoritas penduduk sekitar merupakan karyawati yang beraktivitas sejak dini hari.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Warga, khususnya perempuan yang berangkat kerja pagi-pagi, jadi merasa takut,” tandasnya.***




