BEKASI.POJOKSATU.id – Seorang perempuan berusia 25 tahun bernama Tika Septiani mengaku mengalami kekerasan yang diduga dilakukan oleh kekasihnya selama enam bulan terakhir di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Korban menyebut kekerasan tersebut terjadi saat dirinya tinggal bersama terduga pelaku bernama Samuel di sebuah rumah kontrakan di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan.
Tika mengatakan telah mengenal dan menjalin hubungan dengan terduga pelaku selama sekitar satu setengah tahun setelah keduanya berkenalan melalui media sosial.
“Saya berkenalan melalui media sosial, yakni Instagram,” kata Tika kepada awak media di Bekasi, Senin, 13 Juli 2026.
Menurut dia, pada awal hubungan, terduga pelaku tidak menunjukkan perilaku emosional maupun temperamental. Namun, sikap tersebut mulai berubah dalam enam bulan terakhir.
Tika mengaku mulai mengalami kekerasan fisik, yang disebut semakin parah dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga : SMPN 3 Kota Bekasi Tegaskan Tak Ada Perundungan Selama MPLS
“Di enam bulan terakhir ini dia memang sudah mulai main tangan, tetapi baru parahnya pada minggu-minggu ini,” katanya.
Selain mengalami kekerasan, Tika mengaku tidak diperbolehkan keluar dari rumah kontrakan maupun berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan keluarganya.
Ia menyebut pintu rumah kontrakan kerap dikunci oleh terduga pelaku sehingga dirinya tidak dapat keluar.
“Saya dikurung dan dikunci. Selama dipukuli, saya tidak boleh keluar rumah sama sekali. Menyapu dan membuang sampah ke balkon pun tidak boleh,” ujarnya.
Tika mengatakan tindakan kekerasan tersebut kerap terjadi tanpa alasan yang jelas. Terduga pelaku, kata dia, dapat tiba-tiba marah saat keduanya sedang makan maupun berada di luar rumah.
“Kadang ketika sedang makan, dia tiba-tiba kesal sendiri. Kalau sedang makan tidak sampai memukul, tetapi hanya marah-marah. Ketika sedang di luar juga sering seperti itu,” katanya.
Korban akhirnya berhasil melarikan diri melalui jendela rumah kontrakan ketika terduga pelaku sedang tidak berada di lokasi.
Ia memilih keluar melalui jendela karena pintu depan dan belakang rumah dalam keadaan terkunci.
“Pada malam itu dia sedang pergi. Saya kemudian memberanikan diri untuk kabur melalui jendela karena pintu depan dan belakang dikunci,” tuturnya.***




