BEKASI.POJOKSATU.id - Keluarga Rizky Zakariyan meminta polisi memberikan hukuman seberat-beratnya kepada tersangka atas pembunuhan yang terjadi, Minggu, 4 Agustus 2024, pukul 03.15 WIB.
Pelaku menghabisi nyawa Rizky lantaran menolak terlibat dalam aksi pencurian di sebuah toko sembako di Jalan Kampung Turi, Desa Sriamur, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.
Paman korban, Abdul Halim, meminta agar kasus ini diusut tuntas.
Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Temannya Ditangkap, Kini Mendekam di Polsek Tambun
"Ini kasus pembunuhan, harus diusut setuntas-tuntasnya agar keluarga bisa tenang," kata Abdul kepada media pada Selasa, 6 Agustus 2024.
Abdul menjelaskan bahwa Rizky dikenal baik oleh keluarga dan tidak pernah terlibat dalam tindakan kriminal atau pencurian.
"Dia anak baik, tidak pernah mencuri atau melakukan kejahatan. Dia sangat penurut," ujar Abdul.
Abdul bercerita Rizky diajak oleh rekannya ke Tambun Utara tanpa alasan yang jelas.
"Ponakan saya janjian dengan temannya dan berangkat ke Babelan," kata dia.
Baca Juga: Solusi Masalah Pertanahan dari Menteri AHY: Harus Tegas dan Ciptakan Terobosan
Keluarga baru mengetahui Rizky menjadi korban pembunuhan pada pukul 04.00 WIB setelah menerima kabar dari Rumah Sakit Ananda Babelan.
Abdul juga menambahkan bahwa ia baru mengetahui Rizky dibacok oleh temannya setelah mendapatkan pesan WhatsApp dari pelaku.
"Rizky sempat mengirim pesan WhatsApp kepada adiknya, mengatakan diajak mencuri motor oleh pelaku. Tiba-tiba dia dibunuh oleh temannya itu," tutup Abdul.***




