BEKASI.POJOKSATU.id - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi mengerahkan 3 orang psikolog untuk memulihkan kondisi psikologis adik dari korban pembunuhan yang masih berusia 1 tahun 7 bulan.
Wakil Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian, menjelaskan adik korban menyaksikan kejadian pembunuhan tersebut.
"Kami akan melakukan psikologi anak agar keberlangsungan hidup anak itu menjadi lebih baik," ungkap Novrian, Jumat, 8 Maret 2024.
Baca Juga: Tersangka Pembunuhan Anak Sendiri Kerap Berhalusinasi 2 Bulan Terakhir
Adik korban kini dalam proses pendampingan dari Tim DP3 dan juga Komisi Perlindungan Anak Kota Bekasi.
Novrian mengatakan sang anak mengalami trauma karena melihat detik-detik dan juga peristiwa pembunuhan tersebut.
"Ada beberapa indikasi anaknya sempat kaget-kagetan, seperti ada syok trauma melihat kejadian yang belum pernah dilihat sebenarnya. Karena masih dua tahun jadi belom bisa cerita," tutur dia.
Baca Juga: Motif Pelaku Habisi Anaknya Sendiri Diduga Karena Bisikan Gaib
KPAD fokus mengutamakan tumbuh kembang anak dan menghindari dari adanya trauma berkepanjangan.
"Tapi yang terpenting sekarang adalah kita tetap harus melihat tumbuh kembang anak saat ini, jangan sampai anak itu melihat justru membuat trauma," demikian kata dia.
AAMS (5 tahun) dibunuh ibu kandungnya SNF (26 tahun) saat tertidur lelap. AAMS ditusuk sebanyak 20 kali saat tertidur.***




