BEKASI.POJOKSATU.ID - Aksi penyiraman air keras kembali terjadi di Kabupaten Bekasi dan kali ini menimpa Tri Wibowo (54 tahun), warga Perumahan Bumi Sani Permai, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Peristiwa tersebut sontak mengejutkan warga sekitar. Pasalnya, korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam, merupakan penyintas stroke, serta tidak memiliki konflik dengan siapa pun di lingkungannya. Aktivitas sehari-harinya pun lebih banyak dihabiskan di rumah dan beribadah ke mushola.

Ketua RT setempat, Cefi Samhadi, mengaku heran dengan insiden tersebut. Ia menilai korban bukan tipe orang yang memiliki permasalahan sosial.

“Dia itu orangnya pendiam, jarang keluar rumah. Aktivitasnya paling ke mushola saja. Ngomong juga sudah susah karena stroke,” ujarnya, Selasa, 31 Maret 2026.

Baca Juga: Ciri-ciri Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi Terungkap, Korban Alami Luka Bakar 70 Persen

Menurutnya, kejadian ini sulit dianggap sebagai aksi acak. Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV, pelaku terlihat berkeliling terlebih dahulu sebelum melancarkan aksinya, seolah menunggu korban keluar rumah.

“Kalau random rasanya aneh. Di CCTV kelihatan pelaku muter-muter dulu, kayak nunggu korban keluar. Padahal jalannya kan pelan,” ungkap dia.

Insiden tersebut terjadi saat korban berjalan menuju Musala Al-Ikhlas usai azan Subuh. Dua pelaku yang berboncengan sepeda motor tiba-tiba mendekat dan langsung menyiramkan cairan keras ke tubuh korban sebelum melarikan diri.

Baca Juga: Lansia di Tambun Selatan Disiram Air Keras Saat Salat Subuh, Warga Sebut Teror Sudah Berulang

Menariknya, warga lain yang juga melintas di sekitar lokasi tidak menjadi sasaran, sehingga memperkuat dugaan bahwa korban memang telah menjadi target.
“Ada warga lain juga lewat, tapi nggak diserang. Jadi kenapa harus dia?” tambah Cefi.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar serius dan kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Hingga saat ini, aparat kepolisian dari Polsek Tambun Selatan bersama Polres Metro Bekasi masih memburu pelaku serta mendalami motif di balik aksi penyiraman air keras tersebut.***