BEKASI.POJOKSATU.id - Seorang ibu yang memiliki anak kembar menjadi korban penipuan dengan modus pelaku mengaku sebagai teman lama suaminya yang telah meninggal dunia. Peristiwa ini terjadi di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Rabu, 8 April 2026.
Pelaku diduga menggunakan teknik rekayasa sosial (social engineering) untuk mendapatkan kepercayaan korban. Dengan berpura-pura mengenal almarhum suami korban, pelaku berhasil meyakinkan korban tanpa menimbulkan kecurigaan.
Kejadian bermula saat pelaku mendatangi korban dan mengaku memiliki hubungan pertemanan dengan suaminya semasa hidup. Setelah terjalin komunikasi yang cukup akrab, pelaku mengajak korban pergi ke sebuah toko waralaba untuk berbelanja.
"Dalam percakapan tersebut, pelaku menanyakan keberadaan ponsel milik korban. Saat mengetahui korban tidak membawa handphone, pelaku menawarkan bantuan untuk mengambilkannya di rumah, dengan syarat korban tetap menunggu di lokasi," tutur Kasi Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani, Jumat, 10 April 2026.
Baca Juga: Pendukung Persebaya Diserang di Tol Japek, Pelaku Diduga Pendukung Sepakbola Asal Jawa Barat
Korban yang tidak menaruh curiga menyetujui permintaan tersebut. Namun setelah ditunggu cukup lama, pelaku tidak kunjung kembali. Saat itulah korban menyadari telah menjadi korban penipuan.
Korban kemudian meminta bantuan warga di sekitar toko waralaba yang berada di Kampung Rawa Lintah RT 2 RW 1. Warga yang mendengar teriakan korban segera datang untuk memberikan pertolongan.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan kedekatan emosional maupun hubungan masa lalu untuk membangun kepercayaan. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait identitas pelaku maupun tindak lanjut laporan kepada pihak berwenang.***




