BEKASI.POJOKSATU.id - Oknum guru ngaji di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Qonaah melakukan pelecehan seksual kepada para santrinya. Aksi bejat ini dilakukan pada saat para santri sedang tidur di kamarnya.
Berdasarkan informasi yang diterima bekasi.pojoksatu.id, aksi pelecehan tersebut dilakukan terhadap enam santriwati Ponpes Al-Qonaah.
Orang tua salah satu korban pelecehan seksual, MA (34), menerangkan aksi pelecehan seksual tersebut sudah diterima sejak anaknya belajar di pondok pesantren pada 2021.
"Sudah empat sampai lima kali mendapatkan aksi pelecehan yang dilakukan oleh guru ngajinya," tegas MA, kepada awak media, Sabtu, 28 September 2024.
Baca Juga: 7 Korban Kali Bekasi Teridentifikasi, Berikut Nama-namanya
MA mengatakan, aksi bejat yang dilakukan oleh oknum guru ngaji tersebut terungkap setelah sang anak meminta berhenti mengaji dari pondok pesantren tersebut.
Karena curiga, dirinya mendesak untuk menceritakan apa yang terjadi di pondok pesantren tersebut. Setelah didesak, sang anak akhirnya bercerita bahwa oknum guru ngajinya kerap masuk ke kamar santriwati yang disediakan oleh pihak ponpes.
"Setelah didesak terus-menerus, anak saya baru cerita kalau mendapatkan pelecehan seksual dari oknum guru ngajinya," ucap dia.
Terduga pelaku tidak memberikan iming-iming kepada putrinya saat melakukan aksi bejat tersebut. Aksi itu dilakukan saat para santriwati istirahat di kamarnya.
"Enggak ada iming-iming, teduga pelaku hanya berpesan agar tidak menceritakan kejadian itu kepada orang tuanya," tutup dia.***




