BEKASI.POJOKSATU.id - Aksi kejahatan jalanan kembali terjadi di wilayah Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Seorang warga Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, menjadi korban penjambretan saat melintas di Jalan Raya Penggedor, Kamis sekitar pukul 13.00 WIB, 23 April 2026.
Korban bernama Martan (35) menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat dirinya dalam perjalanan menuju Kampung Jogol, Desa Pantai Bakti, tempat tinggal istrinya.
Menurutnya, sebelum kejadian ia sudah merasa ada yang mencurigakan karena diduga diikuti oleh pelaku sejak melintas di pertigaan Bale Kambang.
“Ternyata saya sudah dibayangi dan diikuti sejak dari pertigaan Bale Kambang. Pelakunya empat orang, naik dua motor PCX warna hitam, dan tidak ada pelat nomor,” ujarnya.
Aksi penjambretan terjadi secara cepat ketika korban melintasi Jalan Raya Penggedor yang menghubungkan Desa Pantai Harapanjaya dengan Desa Jayasakti. Para pelaku memepet kendaraan korban, lalu salah satu pelaku menarik pakaian korban hingga berhasil merampas tas yang dibawanya.
“Tiba-tiba saya digedor dari belakang, motor dipepet, lalu baju saya ditarik dan tas saya dirampas begitu saja. Kejadiannya cepat sekali,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan satu unit ponsel serta uang tunai sebesar Rp3 juta yang berada di dalam tasnya.
Baca Juga: Polsek Cikarang Selatan Ungkap Peredaran Obat Keras Ilegal, Satu Pelaku Ditangkap
Peristiwa ini menambah kekhawatiran warga setempat, mengingat jalur tersebut dikenal rawan tindak kejahatan. Bahkan, aksi kriminal yang biasanya terjadi malam hari kini terjadi pada siang hari.
Salah satu warga, Bang Olay, mengaku resah dengan kondisi keamanan yang dinilai semakin menurun.
“Jalan ini sudah tidak aman lagi. Biasanya begal terjadi malam hari, tapi sekarang siang juga sudah berani,” ujarnya.
Warga berharap aparat kepolisian segera mengambil langkah tegas, termasuk meningkatkan patroli serta mengaktifkan kembali ronda malam di lingkungan sekitar.
Baca Juga: 8 Remaja Ditangkap Polisi di Rawalumbu, Diduga Hendak Tawuran Bawa Celurit
“Kami minta polisi lebih sering patroli, dan desa mengaktifkan ronda. Supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” tambahnya.
Sementara itu, pihak kepolisian telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta menangkap para pelaku. Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur sepi dan rawan kriminalitas.***




