BEKASI.POJOKSATU.id – Warga Perum VGH 5, Desa Satria Mekar, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, digegerkan dengan penemuan sesosok jasad pria yang mengambang di aliran kali sekunder, Selasa (2/3/2026) sore.
Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan diduga telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan.
Saat dievakuasi, jasad tersebut mengenakan baju batik seragam SMPN 158 Jakarta Timur serta kaus abu-abu bertuliskan Family Gathering 2014 PT Mangul Jaya.
Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuriyanti, mengatakan pihaknya langsung melakukan koordinasi guna mengungkap identitas korban. Salah satunya dengan pihak sekolah yang seragamnya dikenakan korban.
“Hasil koordinasi kami dengan SMPN 158 Jakarta Timur, terkonfirmasi bahwa sampai dengan saat ini tidak ada siswa aktif yang dikabarkan hilang,” ujar Wuriyanti saat dikonfirmasi, Kamis 5 Maret 2026.
Tak hanya itu, polisi juga berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di wilayah Jakarta Timur, termasuk Polsek Pulogadung dan unit terkait di Polres Metro Jakarta Timur.
“Hasil koordinasi dengan Kapolsek Pulogadung dan Kasat PPA/PPO Polres Jakarta Timur, sampai saat ini juga belum ada laporan orang hilang dalam kurun waktu satu minggu terakhir,” jelas Wuryanti.
Secara fisik, korban diketahui memiliki tinggi badan sekitar 170 sentimeter dengan berat badan kurang lebih 80 kilogram. Rambutnya lurus dan dipotong rapi. Namun, proses identifikasi mengalami kendala lantaran kondisi jasad yang mulai membusuk.
Baca Juga : Di Balik Tewasnya Aktivis Mantan Pegawai JICT Ermanto Usman, Polisi Dalami Motif dan Pelaku
“Melalui alat sidik jarinya tidak terbaca karena jarinya mengalami kerusakan akibat pembusukan awal,” ungkap Wuriyanti.
Penemuan jasad tersebut pertama kali dilaporkan oleh anak-anak yang tengah berjalan kaki dan bermain di sekitar aliran kali. Mereka melihat tubuh korban mengambang sebelum akhirnya melapor kepada warga dan ketua RT setempat.
“Pertama kali diketahui oleh anak-anak yang berjalan kaki. Kemudian dilaporkan ke warga dan ketua RT. Lalu ke Bhabinkamtibmas,” kata dia.
Terkait penyebab kematian, polisi belum dapat memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa ini.
Saat ini, fokus utama penyelidikan adalah mengungkap identitas korban guna menelusuri riwayat aktivitas terakhirnya.
“Yang utama saat ini kami fokus pada pengenalan identitas korban, supaya bisa dirunut ke belakang riwayat aktivitas terakhir jenazah ini,” tegas dia.
Kini, jasad korban telah dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam empat hari terakhir agar segera melapor ke Polsek Tambun Selatan guna dilakukan pencocokan identitas.
“Bagi warga yang mengetahui atau merasa kehilangan anggota keluarganya lebih empat hari ke belakang, silakan hubungi Polsek Tambun Selatan untuk pencocokan identitas korban,” tandas Wuriyanti.***




