BEKASI.POJOKSATU.id - Aksi penyiraman air keras kembali terjadi dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Kali ini, seorang pria lanjut usia menjadi korban serangan orang tak dikenal saat hendak menunaikan salat Subuh di Bumi Sani Permai, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin pagi, 30 Maret 2026.
Peristiwa tersebut berlangsung di Perumahan Bumi Sani Permai, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan. Insiden itu bahkan terekam kamera pengawas (CCTV) dan terjadi dalam waktu singkat saat korban berjalan menuju musala.
Dari rekaman CCTV, terlihat dua pelaku yang berboncengan sepeda motor mendekati korban dari belakang. Tanpa interaksi, salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban sebelum keduanya melarikan diri.
Baca Juga: Lansia di Tambun Selatan Disiram Air Keras Saat Salat Subuh, Warga Sebut Teror Sudah Berulang
Warga setempat, Jefi Samhadi (51 tahun), mengungkapkan bahwa pelaku sempat terlihat berkeliling di sekitar lokasi sebelum kejadian berlangsung.
“Sekitar setelah azan Subuh, korban berjalan. Menurut warga yang berjualan, ada dua orang berboncengan motor memakai helm dan terlihat berputar-putar di sekitar lokasi sebelum kejadian di perbatasan RT,” ujar dia, Selasa, 31 Maret 2026.
Ia juga menyebutkan bahwa aksi serupa bukan kali pertama terjadi di lingkungan tersebut. Sebelumnya, kendaraan milik warga juga pernah menjadi target penyiraman cairan serupa.
“Ini sudah kejadian kedua. Sebelumnya mobil juga pernah disiram di lokasi yang sama. Sekarang korbannya manusia, sehingga kami langsung melaporkan ke polisi,” katanya.
Jefi menduga pelaku telah mengikuti korban sejak keluar dari rumah. Dugaan ini diperkuat rekaman CCTV yang menunjukkan pelaku beberapa kali melintas sambil memantau situasi sebelum melancarkan aksinya.
Baca Juga: 2 Pelaku Ditangkap, Potongan Tubuh Korban Mutilasi Bekasi Ditemukan di Bogor
“Pelaku seperti menunggu momen. Korban berjalan pelan karena sakit, sehingga diduga sudah diikuti sejak awal,” tambahnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dan segera mendapatkan penanganan medis. Warga berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Polisi tengah mengumpulkan sejumlah bukti, termasuk rekaman CCTV, untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku.***




