BEKASI.POJOKSATU.id - Seorang remaja putri berinsial D yang masih berusia 16 tahun, ditemukan dalam kondisi lemah di dalam kontrakan yang berada di Ciketing Udik, Bantargebang, pada Kamis 13 November 2025.

Diketahui bahwa korban ditemukan di dalam rumah kontrakan milik seseorang yang merupakan kuli angkut yang bertugas melipat terpal untuk truk sampah milik DKI Jakarta di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang.

Diduga korban merupakan korban penculikan dan juga pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang pelaku berinisial JN berusia 29 tahun.

Sebelumnya, pihak orang tua sudah membuat laporan kehilangan korban di Polsek Bantargebang pada Senin 11 November 2025.

Ketua RT Ciketing Udik, Wahyu, mengatakan warga ikut membantu pencarian setelah keluarga menyebarkan informasi kehilangan, termasuk melalui aplikasi pertemanan karena muncul dugaan korban diperdagangkan lewat platform tersebut.

Baca Juga : Bocah Berusia 16 Tahun Di Bekasi, Diduga Menjadi Korban Penculikan dan Pemerkosaan

“Anak-anak muda di sini mencoba mencari lewat aplikasi cari teman, dan akhirnya menemukan akun korban. Setelah video call, terlihat jelas itu memang korban,” ujar Wahyu, Minggu 16 November 2025.

Sudah mengantongi lokasi korban yang masih di wilayah Ciketing Udik, kemudian warga dan keluarga mendatangi lokasi korban.

Saat itu, Korban ditemukan dalam kondisi syok dan sempat pingsan, sementara pelaku tidak berada di lokasi.

“Kami langsung ke lokasi karena khawatir korban dipindahkan. Korban ternyata dikunci dari luar dan dalam keadaan trauma. Saat kami tanya di depan kontrakan, korban sampai pingsan,” ucap Wahyu.

Baca Juga : Guru SD Di Bekasi Alami Luka Di Tangan Usai Mempertahankan Sepeda Motor Yang Ingin Di Begal

Wahyu menjelaskan D adalah anak berkebutuhan khusus yang mengalami hambatan komunikasi. Ia diduga mendapat perlakuan tidak layak selama tiga hari berada di kontrakan tersebut.

“Kondisinya tidak memungkinkan untuk ditanya banyak. Yang pasti, dia mengalami trauma berat,” tegas Wahyu.

Pelaku berinisial JN disebut sudah berkeluarga, namun istrinya sedang tidak berada di Bekasi. JN sempat mengaku hanya menolong korban, namun keterangannya dianggap tidak konsisten.

“Pelaku mengakui keberadaannya bersama korban, tapi alasannya banyak yang janggal. Ada dugaan satu terduga pelaku lainnya, namun belum tertangkap,” tutup dia.***