BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Pusat melalui Menteri Agama menegaskan tidak akan ada penambahan jumlah layanan fast track dalam penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2025 ini.

Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menjelaskan, bahwa pada tahun ini tidak ada penambahan fast track untuk para jemaah.

Untuk itu, pihaknya akan memfokuskan kepada perbaikan pelayanan masing-masing jemaah yang melakukan ibadah haji, agar lebih cepat dan tepat waktu.

"Fast tracknya tetap 3, karena kami juga tidak berani menambah 1 fast track itu kalau kita nggak siap. Obsesi kita sih kalau perlu semuanya jemaah haji itu melalui fast track supaya nanti lebih mudah jemaah kita," kata Nasarudin, Minggu, 27 April 2025.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Calon Haji Ikuti Manasik di Al Barkah

Nasarudin memastikan tidak ada penambahan fast track karena tidak ingin nama Indonesia tercoreng dengan membludaknya jemaah haji yang datang ke Saudi Arabia.

"Jangan sampai kita berambisi untuk menambah tapi itu menambah kerepotan diri sendiri dan kerepotan Saudi Arabia, itu bisa mencederai nama baik kita di Saudi Arabia," tegas dia.

Sebelumnya, Jamaah Haji Indonesia telah mendapatkan layanan Fast Track atau Mecca Route di tiga bandara embarkasi yakni Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Bandara Adi Sumarmo Solo, dan Bandara Juanda Surabaya.

Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan penerima fast track terbanyak dibandingkan negara lain yang hanya satu bandara saja. ***