BEKASI.POJOKSATU.id - Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) bersama PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) akan kembali melakukan pekerjaan pemeliharaan perkerasan di ruas Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) E.
Pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai Sabtu, 5 Juli 2025 pukul 06.00 WIB hingga Selasa, 8 Juli 2025 pukul 16.00 WIB. Lokasi pemeliharaan berada di lajur 1 arah Cikunir/Tanjung Priok, tepatnya dari KM 38+435 hingga KM 38+545 dengan panjang sekitar 110 meter.
Selama proses perbaikan, lajur 1 akan ditutup sementara. Namun lajur lainnya akan tetap dibuka guna menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Baca Juga: Jasa Marga Lanjutkan Pemeliharaan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Mulai 5 Juli 2025
Senior Manager Representative Office 1 JMT, Alvin Andituahta Singarimbun, menjelaskan bahwa sejumlah faktor menjadi penyebab utama kerusakan perkerasan jalan tol, seperti curah hujan yang tidak menentu serta lalu lintas kendaraan berat yang melebihi kapasitas muatan. Hal ini berpengaruh pada kenyamanan pengendara serta meningkatkan beban biaya pemeliharaan jalan.
Jasa Marga berupaya mempercepat waktu pekerjaan dengan penggunaan material yang lebih efisien dan koordinasi aktif bersama kepolisian untuk pengaturan lalu lintas selama pengerjaan berlangsung.
Senior General Manager JMT Widiyatmiko Nursejati turut menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Ia menegaskan, pemeliharaan dilakukan demi memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan menjamin keamanan serta kenyamanan pengguna jalan.
"Pekerjaan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjaga kualitas jalan tol. Kami akan mengatur jadwal dan proses kerja seefisien mungkin untuk meminimalkan gangguan lalu lintas,” ujar Widiyatmiko.
Baca Juga: Perbaikan Tebing Longsor di Jatirasa Dimulai, Warga Harap Rasa Aman Kembali
Ia menambahkan bahwa kegiatan pemeliharaan akan terus berlanjut di sejumlah ruas tol lainnya di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat hingga akhir tahun 2025.
Jasa Marga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk mengatur waktu dan rute perjalanan, serta mempertimbangkan alternatif jalur seperti Tol Jakarta–Cikampek guna menghindari potensi kepadatan di lokasi proyek.***




