BEKASI.POJOKSATU.id - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memperkirakan puncak arus mudik pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 akan berlangsung pada 22 dan 24 Desember 2025. Prediksi tersebut disampaikan berdasarkan hasil evaluasi lalu lintas dan kesiapan operasional di jaringan tol Trans Jawa.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai skema pengaturan dan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara situasional, menyesuaikan kondisi di lapangan serta diskresi dari pihak kepolisian.
“Kepadatan lalu lintas diperkirakan terjadi di KM 48 hingga KM 65, yang merupakan titik pertemuan antara Jalan Layang MBZ dan ruas Tol Jakarta–Cikampek bawah,” ujar Ria, Kamis, 18 Desember 2025.
Baca Juga: Jelang Nataru, Jasamarga Transjawa Tol Berlakukan Diskon Tarif 20 Persen Selama Tiga Hari
Ria menegaskan seluruh satuan tugas operasional di jaringan Jasamarga Transjawa Tol telah berada dalam kondisi siap siaga untuk menghadapi lonjakan kendaraan selama periode libur Nataru.
Kesiapan tersebut difokuskan pada empat layanan utama, yaitu layanan transaksi, lalu lintas, preservasi jalan, dan pelayanan rest area.
Dari sisi preservasi, Jasamarga menyiagakan tim pemeliharaan jalan selama 24 jam guna mengantisipasi potensi kerusakan, seperti lubang jalan maupun gangguan struktur lainnya. Jumlah personel juga ditambah agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.
Sementara itu, untuk layanan lalu lintas, seluruh kendaraan operasional telah dioptimalkan, termasuk armada derek dan kendaraan penyelamat.
Pada sektor pelayanan pengguna, Jasamarga mengoperasikan 40 rest area yang tersebar dari ruas Tol Jakarta–Cikampek hingga Pasuruan dan Malang, lengkap dengan fasilitas pendukung seperti SPKLU, sarana bagi penyandang disabilitas, serta layanan kebutuhan dasar lainnya bagi pengguna jalan.***




