BEKASI.POJOKSATU.ID - Arus mudik Lebaran 2026 mencatat lonjakan signifikan dengan jumlah kendaraan yang melintas di sejumlah ruas tol mencapai 270 ribu unit dalam satu hari. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang periode mudik tahun ini.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Purwantono, menyampaikan bahwa capaian tersebut melampaui rekor tahun sebelumnya yang berada di kisaran 258 ribu kendaraan per hari.

“Ini merupakan jumlah lalu lintas harian tertinggi. Tahun lalu tidak pernah menyentuh angka ini,” ujarnya, Jumat, 20 Maret 2026.

Baca Juga: Jalur Fungsional Japek II Selatan Dibuka Perdana Saat Mudik Lebaran 2026

Ia menjelaskan, peningkatan volume kendaraan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat saat mudik, terutama ke wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Secara akumulatif, hingga 18 Maret 2026, sebanyak 1,4 juta kendaraan atau sekitar 42 persen dari total proyeksi telah meninggalkan Jakarta menuju berbagai daerah tujuan.

“Angka ini menunjukkan bahwa arus mudik sudah mulai bergerak signifikan dan diperkirakan akan terus meningkat menjelang puncaknya,” tambahnya.

Lonjakan kendaraan juga berdampak pada meningkatnya aktivitas di rest area. Tercatat, terjadi kenaikan hingga 39 persen dibandingkan kondisi normal.

Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2026 di Tol Trans Jawa Melonjak, One Way dan Contraflow Diberlakukan

“Kami melihat adanya peningkatan aktivitas di rest area yang cukup tinggi. Ini menjadi perhatian serius agar tidak terjadi penumpukan,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Jasa Marga bersama pemerintah mengoptimalkan pemanfaatan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui Jasa Marga Traffic Management Center (JMTC).

Teknologi ini memungkinkan pemantauan kondisi lalu lintas secara real-time sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat dalam mengurai kemacetan.

“Dengan teknologi ini, kami bisa memonitor kondisi lalu lintas secara langsung dan mengambil langkah antisipatif lebih dini,” jelasnya.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan matang, termasuk menghindari waktu puncak arus mudik.

Selain itu, pemudik disarankan memanfaatkan layanan informasi lalu lintas seperti aplikasi Travoy maupun call center 133 untuk mendapatkan informasi terkini.

“Perencanaan perjalanan sangat penting agar perjalanan mudik bisa berjalan lancar, aman, dan nyaman,” tutup dia.***