BEKASI.POJOKSATU.ID - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat lonjakan signifikan mobilitas kendaraan menuju wilayah Timur Trans Jawa selama periode arus mudik Idulfitri 1447H/2026. Dalam rentang H-10 hingga H-1 Lebaran (11–20 Maret 2026), sebanyak 661.258 kendaraan tercatat melintas melalui Gerbang Tol Cikampek Utama, meningkat 131,87 persen dibandingkan kondisi normal yang mencapai 285.185 kendaraan.

Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa pada data lalu lintas shift 1 Sabtu (21/03), tercatat 19.254 kendaraan melintas ke arah Timur melalui GT Cikampek Utama. Jumlah ini naik 55,15 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 12.410 kendaraan.

“Sedangkan berdasarkan data lalu lintas pada shift 1 Sabtu (21/3), tercatat sebanyak 19.254 kendaraan melintas menuju arah Timur melalui Gerbang Tol Cikampek Utama. Angka tersebut meningkat 55,15% dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 12.410 kendaraan. Untuk mengupayakan kelancaran arus lalu lintas tersebut, PT Jasamarga Transjawa Tol bersama Kepolisian sempat memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dari KM 47 hingga KM 70 arah Cikampek Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek atas diskresi Kepolisian,” jelas Ria.

Baca Juga: Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Dihentikan, Arus Lalu Lintas Kembali Normal

Ia menambahkan bahwa tingginya pergerakan masyarakat menuju wilayah Timur masih terus terlihat. Untuk mendukung kelancaran distribusi kendaraan, JTT juga memberlakukan diskon tarif tol sebesar 23 persen di Ruas Batang–Semarang sejak 12 hingga 31 Maret 2026.

“Masih terlihat antusiasme masyarakat yang melakukan perjalanan menuju wilayah Timur Trans Jawa. Untuk itu, potongan tarif tol sebesar 23% untuk seluruh transaksi di Ruas Jalan Tol Batang–Semarang masih diberlakukan sejak 12 Maret hingga 31 Maret 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mendistribusikan lalu lintas sekaligus memberikan manfaat langsung bagi pengguna jalan,” ujar Ria.

Sementara itu, arus kendaraan dari arah Timur menuju Jakarta melalui GT Cikampek Utama justru mengalami penurunan. Tercatat 176.065 kendaraan melintas, turun 36,08 persen dibandingkan kondisi normal sebanyak 275.445 kendaraan.

Lonjakan volume kendaraan juga terjadi di sejumlah ruas tol di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di wilayah Jawa Tengah, kendaraan menuju Semarang melalui GT Kalikangkung mencapai 363.662 kendaraan atau naik 125,28 persen, sementara arah sebaliknya menurun. Hal serupa terjadi di GT Banyumanik dengan peningkatan arus menuju Solo.

Baca Juga: Arus Mudik Meningkat, Volume Kendaraan di Tol Palikanci Naik hingga 13 Persen

Di Jawa Timur, peningkatan terlihat di GT Warugunung menuju Surabaya yang mencapai 226.495 kendaraan. Sementara di GT Kejapanan Utama dan GT Singosari, terjadi variasi kenaikan dan penurunan di beberapa arah.

JTT mengimbau pengguna jalan tol untuk tetap mengutamakan keselamatan, merencanakan perjalanan secara matang, memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, serta memastikan kecukupan BBM dan saldo uang elektronik sebelum melakukan perjalanan.