BEKASI.POJOKSATU.id - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutuskan sebanyak 97 perusahaan penyedia layanan fintech P2P lending atau pinjaman online terbukti melanggar Pasal 5 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Atas pelanggaran tersebut, seluruh pelaku usaha dikenai sanksi denda dengan total mencapai Rp755 miliar.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KPPU, Deswin Nur, menyampaikan bahwa perkara ini menjadi salah satu kasus terbesar yang pernah ditangani lembaganya.

“Putusan ini menandai berakhirnya salah satu perkara persaingan usaha terbesar yang pernah ditangani KPPU, baik dari sisi jumlah terlapor maupun cakupan industri yang berdampak langsung pada masyarakat luas,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 26 Maret 2026.

Baca Juga: Periode Arus Balik Lebaran, Jasa Marga Prediksi 249 Ribu Kendaraan Kembali ke Jabotabek

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta yang terungkap di persidangan, Majelis Komisi menyimpulkan adanya kesepakatan di antara para pelaku usaha dalam menentukan suku bunga maupun manfaat ekonomi lainnya. Praktik tersebut dinilai tidak mencerminkan mekanisme pasar yang sehat.

Deswin menjelaskan bahwa penetapan batas atas suku bunga yang berada jauh di atas titik keseimbangan pasar tidak hanya tidak efektif dalam melindungi konsumen, tetapi juga membuka ruang koordinasi harga antar pelaku usaha.

Lebih lanjut, kondisi tersebut mendorong terbentuknya keseragaman strategi harga di antara perusahaan fintech, sehingga kompetisi menjadi tidak optimal.

Baca Juga: Data 11-28 Maret 2026: 2,77 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Arus Balik Masih Didominasi Timur

“Akibatnya, kebijakan tersebut mengurangi intensitas persaingan harga dan menghambat dinamika kompetisi di pasar pinjaman daring,” kata dia.

Dalam putusan tersebut, KPPU juga merinci daftar 97 perusahaan yang dikenai sanksi, yang berasal dari berbagai platform pinjaman online di Indonesia. Sanksi dijatuhkan dengan besaran berbeda-beda, menyesuaikan peran dan tingkat pelanggaran masing-masing pelaku usaha.

Berikut adalah daftar pengenaan denda terhadap 97 pelaku usaha pinjaman online:

  1. PT Abadi Sejahtera Finansindo
  2. PT Adiwisista Finansial Teknologi
  3. PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia
  4. PT Aktivaku Investama Teknologi
  5. PT Alami Fintek Sharia
  6. PT Aman Cermat Cepat
  7. PT Amartha Mikro Fintek
  8. PT Ammana Fintek Syariah
  9. PT Anugerah Digital Indonesia
  10. PT Artha Dana Teknologi
  11. PT Artha Permata Makmur 
  12. PT Astra Welab Digital Arta 
  13. PT Berdayakan Usaha Indonesia
  14. PT Bursa Akselerasi
  15. PT Cerita Teknologi Indonesia (d.h PT Cerita Investasi Teknologi Indonesia)
  16. PT Cicil Solusi Mitra Teknologi
  17. PT Creative Mobile Adventure
  18. PT Crowde Membangun Bangsa
  19. PT Dana Bagus Indonesia
  20. PT Dana Kini Indonesia
  21. PT Dana Pinjaman Inklusif
  22. PT Dana Syariah Indonesia
  23. PT Digital Micro Indonesia
  24. PT Doeku Peduli Indonesia
  25. PT Duha Madani Syariah
  26. PT Esta Kapital Fintek
  27. PT Ethis Fintek Indonesia
  28. PT Fidac Inovasi Teknologi
  29. PT Finansia Aira Teknologi
  30. PT Finansial Integrasi Teknologi
  31. PT Fintech Bina Bangsa (d.h PT Dana Bina Bangsa)
  32. PT Fintegra Homido Indonesia
  33. PT Fintek Digital Indonesia (d.h PT Fintek Digital Ventura Indonesia)
  34. PT Gradana Teknoruci Indonesia
  35. PT Grha Dana Bersama
  36. PT Harapan Fintech Indonesia
  37. PT Idana Solusi Sejahtera
  38. PT Iki Karunia Indonesia (d.h PT Iki Dana Indonesia)
  39. PT Inclusive Finance Group
  40. PT Indo Fin Tek
  41. PT Indonesia Fintopia Technology
  42. PT Indonusa Bara Sejahtera
  43. PT Indosaku Digital Teknologi (d.h PT Sens Teknologi Indonesia)
  44. PT Info Tekno Siaga
  45. PT Inovasi Terdepan Nusantara
  46. PT Intekno Raya
  47. PT Julo Teknologi Finansial
  48. PT Kawan Cicil Teknologi Utama
  49. PT Klikcair Magga Jaya
  50. PT Komunal Finansial Indonesia
  51. PT Kreasi Anak Indonesia
  52. PT Kredifazz Digital Indonesia (d.h PT Finaccel Digital Indonesia)
  53. PT Kredit Pintar Indonesia
  54. PT Kredit Plus Teknologi
  55. PT Kredit Utama Fintech Indonesia
  56. PT Kreditku Teknologi Indonesia
  57. PT Kuaikuai Tech Indonesia
  58. PT Lampung Berkah Finansial Teknologi
  59. PT Pindar Berbagi Bersama (d/h PT Layanan Keuangan Berbagi)
  60. PT Lentera Dana Nusantara
  61. PT Linkaja Modalin Nusantara (d.h PT Igrow Resources Indonesia)
  62. PT Lumbung Dana Indonesia
  63. PT Lunaria Annua Teknologi
  64. PT Mapan Global Reksa
  65. PT Mediator Komunitas Indonesia
  66. PT Mekar Investama Teknologi (d.h PT Mekar Investama Sampoerna)
  67. PT Mitrausaha Indonesia Grup
  68. PT Modal Rakyat Indonesia
  69. PT Mulia Inovasi Digital
  70. PT Oriente Mas Sejahtera
  71. PT Pasar Dana Pinjaman (d.h PT Komunindo Arga Digital)
  72. PT Pembiayaan Digital Indonesia
  73. PT Pendanaan Teknologi Nusa
  74. PT Pinduit Teknologi Indonesia
  75. PT Pinjaman Kemakmuran Rakyat
  76. PT Pintar Inovasi Digital
  77. PT Piranti Alphabet Perkasa
  78. PT Plus Ultra Abadi (d.h PT Fintech Uangsaku Indonesia)
  79. PT Pohon Dana Indonesia
  80. PT Progo Puncak Group
  81. PT Qazwa Mitra Hasanah
  82. PT Rezeki Bersama Teknologi
  83. PT Ringan Teknologi Indonesia (d.h PT Lufax Technology Indonesia)
  84. PT Sahabat Mikro Fintek
  85. PT Satustop Finansial Solusi
  86. PT Sejahtera Sama Kita
  87. PT Simplefi Teknologi Indonesia
  88. PT Smartec Teknologi Indonesia
  89. PT Sol Mitra Fintec
  90. PT Solid Fintek Indonesia
  91. PT Solusi Teknologi Finansial
  92. PT Stanford Teknologi Indonesia
  93. PT Teknologi Merlin Sejahtera
  94. PT Toko Modal Mitra Usaha
  95. PT Tri Digi Fin
  96. PT Trust Teknologi Finansial
  97. PT Uangme Fintek Indonesia