BEKASI.POJOKSATU.id - Langkah Alfiansyah Komeng menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tampaknya bakal berjalan mulus.
Berdasarkan real count KPU dari website pemilu2024.kpu.go.id per 16 Februari 2024, 21.31 WIB, Alfiansyah Komeng atau dikenal dengan Komeng saja meraih suara hingga 12,21 persen.
Perolehan suara Komeng jauh melampaui calon anggota DPD lainnya di Jawa Barat. Hingga kini dia telah mengantongi 1,3 juta suara.
Banyak alasan mengapa masyarakat memilih Komeng pada lembar suara DPD. Apa saja itu? Berikut bekasi.pojoksatu.id kumpulkan dari keterangan warga di lapangan.
Baca Juga: Komeng Angkat Bicara Soal Foto Nyeleneh di Surat Suara dan Upaya Selama Musim Kampanye
1. Hanya Komeng yang dikenal
Komeng merupakan komedian yang terkenal dengan keisengan dan celetukannya.
Dia merintis di dunia lawak mulai tahun 1990-an. Komeng terkenal lewat acara lawak berjudul Spontan yang lekat dengannya.
Uhui! menjadi seruan pada acara itu dan berbekas di generasi milenial yang lahir tahun 80 dan 90-an.
Jadi, ketika menelusuri satu demi satu foto calon anggota DPD, tampak wajah Komeng, maka mereka memilih Komeng.
2. Fotonya lucu
Selain memang merupakan komedian yang terkenal dan melegenda, foto Komeng memang lucu.
Foto Komeng di surat suara DPD memang berbeda dibandingkan calon lainnya. Dia memasang pose kocak, amat lekat dengan identitasnya sebagai komedian dan juga mantan ketua Persatuan Artis Komedi Indonesia (Paski).
Keunikan ini menjadi salah satu penguat mengapa banyak orang mencoblos Komeng.
3. Sekalian lucu
Beberapa orang yang menganggap kancah perpolitikan di Indonesia ini sudah lucu dengan tanda kutip, tentu harus dibuat semakin lucu dengan kehadiran Komeng.
Baca Juga: Kalau Terpilih Jadi Anggota DPD, Komeng Bakal Perjuangkan Hal Ini
Jadi, mereka meyakini kelucuan Komeng akan membuat negeri yang sudah "lucu" ini menjadi benar-benar lucu.
4. Penasaran
Karena merupakan komedian, citra serius pada diri Komeng sulit terlihat. Bahkan pada sesi wawancara pada salah satu stasiun televisi swasta Komeng menjawab dengan permainan bahasa yang membuat orang tertawa.
Salah satunya ketika presenter bertanya Komeng ingin dipanggil apa ketika nanti benar-benar menjadi seorang anggota DPD.
Komeng dengan enteng menjawab, "Boleh dipanggil apa saja asal jangan dipanggil KPK."
Nah, kelucuan Komeng ini yang membuat orang penasaran. Apakah nanti ketika mendapat amanah menjadi wakil daerah di Jakarta dia akan melucu atau menjadi sosok yang serius memperjuangkan visi dan misinya.
Perlu diketahui, visi dan misi Komeng menjadi anggota DPD tidak main-main, yaitu memajukan dunia seni dan budaya.
Dengan latar belakang sebagai seorang seniman dan budayawan, kita tentu penasaran bagaimana kiprah komeng ketika menjadi senator nanti.
Jadi, apa alasanmu kemarin memilih Komeng sebagai calon anggota DPD?***




