BEKASI.POJOKSATU.ID - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) terus mematangkan kesiapan layanan guna menghadapi peningkatan arus balik libur Tahun Baru 2026 yang mulai terasa sejak 1 Januari dan diperkirakan berlangsung hingga 4 Januari 2026.
Langkah ini dilakukan dengan mengoptimalkan pelayanan di 401 gardu tol yang tersebar di empat segmen utama Trans Jawa, khususnya untuk melayani pergerakan kendaraan dari arah timur menuju barat.
VP Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan lalu lintas, puncak arus balik pertama telah terjadi pada Sabtu, 28 Desember 2025.
Baca Juga: Superflu Merebak, Jawa Barat Masuk Zona Merah Temuan Kasus
Pada hari tersebut, volume kendaraan dari wilayah timur Trans Jawa tercatat mencapai sekitar 55.729 kendaraan, meningkat sekitar 46 persen dibandingkan kondisi normal sebanyak 38.130 kendaraan.
“Realisasi ini lebih tinggi dari proyeksi awal JTT yang memperkirakan volume kendaraan mencapai 52.934 atau naik sekitar 39 persen dari lalu lintas normal, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pasca libur Natal dan awal Tahun Baru,” jelas Ria.
Selain lonjakan pada akhir Desember 2025, JTT juga memprediksi puncak arus balik berikutnya akan terjadi pada 4 Januari 2026. Pada tanggal tersebut, jumlah kendaraan dari arah timur Trans Jawa diperkirakan mencapai 50.171 kendaraan atau meningkat sekitar 34 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.
Untuk mengantisipasi kepadatan, JTT mengoptimalkan layanan transaksi di gerbang tol masuk dan keluar pada empat ruas utama Trans Jawa. Di Ruas Tol Jakarta–Cikampek, sebanyak 209 gardu tol yang tersebar di 35 gerbang tol strategis dioperasikan guna mendukung kelancaran arus balik menuju Jabodetabek.
Baca Juga: Pemprov Jabar Cetak Sejarah, UMSK 2026 Atur 122 Sektor Usaha
Sementara itu, di Ruas Tol Palimanan–Kanci, JTT menyiagakan 33 gardu tol pada 7 gerbang tol untuk melayani pergerakan kendaraan dari Jawa Tengah ke Jawa Barat. Di wilayah Jawa Tengah, sebanyak 37 gardu tol di 9 gerbang Tol Semarang Seksi A, B, dan C dioperasikan untuk menjaga kelancaran arus antarkota.
Adapun di wilayah Jawa Timur, JTT mengoperasikan 122 gardu tol pada 18 gerbang di Ruas Tol Surabaya–Gempol guna melayani arus balik kendaraan dari timur menuju barat Trans Jawa.
Selain kesiapan infrastruktur, JTT juga memastikan petugas lapangan siaga penuh, fasilitas keselamatan jalan berfungsi optimal, serta koordinasi intensif dilakukan bersama Kepolisian dan instansi terkait. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional menyesuaikan kondisi kepadatan di lapangan.
“Seluruh upaya ini merupakan komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik selama periode arus balik. Kami fokus pada titik-titik strategis agar perjalanan pengguna jalan berlangsung aman, lancar, dan nyaman. Petugas kami siap merespons setiap dinamika lalu lintas,” ujar Ria.
JTT mengimbau pengguna jalan agar merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kendaraan dan kondisi fisik pengemudi dalam keadaan prima, serta mematuhi rambu dan arahan petugas. Pemanfaatan rest area juga diharapkan dilakukan secara bijak demi menjaga keselamatan selama perjalanan.***




