BEKASI.POJOKSATU.id – Arus Balik Libur Idul Adha 1446 H tercatat mengalami lonjakan signifikan di sejumlah ruas tol Trans Jawa. Pada H+2 atau Minggu (8 Juni 2025), PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat sebanyak 53.409 kendaraan melintas dari arah Timur menuju Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama. Angka ini meningkat 77,82 persen dibanding lalu lintas normal yang hanya mencapai 30.035 kendaraan.

Ria Marlinda Paallo, VP Corporate Secretary & Legal PT JTT, menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi kepadatan arus balik libur Idul Adha, rekayasa contraflow diberlakukan dari KM 65 hingga KM 47 atas diskresi kepolisian. Di sisi lain, sebanyak 27.540 kendaraan juga tercatat bergerak menuju arah sebaliknya, yakni Wilayah Timur Trans Jawa.

Tren Lalu Lintas di Jawa Tengah dan Timur

Di wilayah Jawa Tengah, lonjakan volume kendaraan juga signifikan:

  • GT Kalikangkung: 22.322 kendaraan meninggalkan Semarang (+64,5 persen), 14.894 kendaraan masuk ke Semarang (+21,26 persen)
  • GT Banyumanik: 28.446 kendaraan menuju Jakarta (+50,58 persen), 24.716 kendaraan menuju Solo (+19,75 persen)

Sementara di Jawa Timur, tren peningkatan juga terlihat:

  • GT Warugunung: 18.559 kendaraan menuju Jakarta (+26,39 persen), 24.246 kendaraan menuju Surabaya (+45,32 persen)
  • GT Kejapanan Utama: 33.055 kendaraan menuju Surabaya (+33,48 persen), 28.027 kendaraan menuju Malang (+32,30 persen)
  • GT Singosari: 17.859 kendaraan menuju Malang (+29,07 persen), 33.055 kendaraan ke Surabaya (+33,48 persen)

Diskon Tarif Tol dan Imbauan Keselamatan

Diskon tarif tol 20 persen masih berlaku hingga Senin, 9 Juni 2025 pukul 24.00 WIB, bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus dan menggunakan uang elektronik dengan saldo cukup.

Baca Juga: Lonjakan Kendaraan di Jalan Layang MBZ Saat Iduladha 2025, PT JJC Catat Kenaikan 79,6 Persen

Ria menegaskan pentingnya keselamatan berkendara, “Kami imbau pengguna jalan untuk memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, serta mengikuti rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.”***