BEKASI.POJOKSATU.ID - Peningkatan volume kendaraan pada periode arus balik Idulfitri 1447 H/2026 mendorong diterapkannya rekayasa lalu lintas berupa sistem one way nasional dan contraflow atas diskresi Kepolisian. Kebijakan ini bertujuan mengoptimalkan kapasitas jalan tol agar arus kendaraan tetap lancar, aman, dan nyaman.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa berbagai langkah telah disiapkan untuk mendukung keselamatan selama penerapan rekayasa lalu lintas tersebut.

“Kami menyiagakan petugas pengatur lalu lintas di sejumlah titik strategis serta menyediakan pengawalan kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR) sebagai safety car untuk memastikan kecepatan di lajur contraflow tetap sesuai ketentuan yaitu 40 Km/jam,” ujar dia.

Baca Juga: Arus Balik Menguat, Kendaraan Menuju Jakarta di Tol MBZ Naik 139 Persen

Selain itu, Jasa Marga juga melengkapi jalur dengan berbagai perangkat keselamatan, seperti reflector two sides di median pembatas serta rambu-rambu lalu lintas yang dipasang secara berkala setiap 2,5 kilometer.

Rambu tersebut mencakup peringatan dua arah, batas kecepatan maksimal 40 km/jam, larangan mendahului, hingga lampu peringatan. Jalur contraflow juga ditegaskan hanya diperuntukkan bagi kendaraan kecil.

Rivan menekankan pentingnya kedisiplinan pengguna jalan dalam menjaga keselamatan selama melintas di jalur contraflow maupun one way. Pengemudi diminta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan dan fisik dalam keadaan prima sebelum berkendara.

Baca Juga: One Way Lokal Diberlakukan di Tol Semarang–Kalikangkung, Antisipasi Arus Balik Lebaran

“Pada lajur contraflow maupun jalur one way, kami mohon pengguna jalan untuk hindari berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat, dilarang untuk berpindah lajur, dilarang pindah jalur secara tiba-tiba serta mematuhi batas kecepatan," kata dia.

"Jika mengalami kondisi darurat mohon untuk tidak menggunakan bahu jalan sebelah kanan, tapi tetap gunakan bahu dalam/bahu kiri. Apalagi jika di lajur contraflow, jangan sampai menyeberang ke arah berlawanan untuk berhenti di bahu jalan sebelah kanan,” tegas dia.

Untuk kebutuhan informasi dan bantuan darurat, pengguna jalan dapat menghubungi call center Jasa Marga di nomor 133 atau memanfaatkan aplikasi Travoy untuk memantau kondisi lalu lintas terkini.

Baca Juga: Arus Balik Lebaran Mulai Padati Stasiun Bekasi, Ribuan Penumpang Tiba Sejak Pagi

“Untuk itu kami mengharapkan kerja sama pengguna jalan untuk mematuhi aturan selama melintasi jalur one way maupun contraflow, termasuk menjaga kecepatan, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta tetap berada pada lajurnya demi keselamatan bersama,” tutup Rivan.***

Jasa Marga juga menegaskan kesiapan dalam mendukung implementasi kebijakan bersama lintas instansi, termasuk penyesuaian rekayasa lalu lintas secara situasional oleh Kepolisian dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan pengguna jalan.***