BEKASI.POJOKSATU.id- Tim badminton beregu putri belum mampu menunjukan performas maksimal dalam gelaran Asian Games Hangzhou 2023.

Tim Indonesia harus takluk 3-0 tanpa balas dari tim tuan rumah China di babak pertama turnamen badminton putri beregu.

Indonesia membawa skuad utama untuk melawan tim China namun tim Indonesia tidak mampu berbuat banyak dan tidak berhasil menyumbang satu kemenangan.

Baca Juga: Yayasan Ilomata STIAMI Enggan Memberikan Keterangan Atas Kisruh Internal

Dari tiga wakil Indonesia yang bertanding, tidak ada satupun yang berhasil meraih angka.

Bermain di Binjiang Gymnasium, Hangzhou, China. Indonesia menurunkan Gregoria Mariska Tunjung di sektor tunggal putri pertama. Lalu Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Apriyani Rahayu di sektor ganda putri pertama.

Lalu yang terakhir ada Putri Kusumawardani diturunkan di sektor tunggal putri yang kedua.

Gregoria Mariska Tunjung bertemu dengan Chen Yufei sebagai match pembuka. Gregoria pun harus tumbang dua set langsung dengan 21-14 dan 21-12.

Baca Juga: Dibawa ke Kantor Polsek, Pelaku Perundungan di Cilacap Pakai Sarung dan Peci

Match kedua mempertemukan ganda putri andalan Indonesia peringkat 7 dunia Siti Fadia Silva Ramadhanti/Apriyani Rahayu dan ganda putri peringkat satu dunia Chen Qingchen/Jia Yifan.

Siti Fadia/Apriyani Rahayu harus kalah dalam tiga set dengan 21-12, 19-21 dan 22-20.

Pertandingan ketiga mempertemukan pebulutangkis putri muda Putri Kusumawardani yang berhadapan dengan pebulutangkis putri peringkat lima dunia He Bingjiao.

Putri pun dipaksa menyerah dua set langsung dengan 21-15 dan 21-19. Skor akhir menjadi 3-0 untuk kemenangan tim China.

Meskipun begitu, permainan Indonesia patut diapresiasi di tengah minimnya prestasi dari pebulutangkis putri Indonesia.

Prestasi terakhir bulutangkis putri Indonesia diraih saat gelaran Olimpiade 2020 di Tokyo pada tahun 2021 lalu.

Pasangan Greysia Polli dan Apriyani Rahayu berhasil merebut emas setelah mengalahkan ganda putri China Chen Qingchen dan Jia Yifan di final dengan dua set langsung.

Greysia Polli dan Apriyani Rahayu berhasil menang dengan 21-19 dan 21-15 dan berhak atas medali emas olimpiade.

Sedangkan di Asian Games sendiri tim beregu badminton putri Indonesia terakhir mendapatkan prestasi pada tahun 1962.

Dengan jam terbang dan pengalaman yang semakin bertambah serta federasi yang jelas, Indonesia bisa berbicara banyak di kancah bulutangkis internasional khususnya tim putri.

Timnas bulutangkis putri Indonesia masih menyisakan turnamen individu di Asian Games 2023. Turnamen individu badminton Asian Games 2023 dimulai pada Senin (2/9/2023).***