BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah pusat menyiapkan Kota Bekasi sebagai salah satu contoh pengembangan kota berbasis transportasi publik atau Transit Oriented Development (TOD).

Konsep ini diyakini menjadi solusi untuk menghadapi tantangan urbanisasi yang terus meningkat sekaligus menciptakan kawasan perkotaan yang lebih produktif, nyaman, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat menghadiri groundbreaking TOD Summarecon Stasiun Ekstensi Bekasi, Jumat.

AHY mengatakan, Indonesia akan menghadapi lonjakan jumlah penduduk perkotaan hingga sekitar 70 persen pada masa mendatang. Kondisi tersebut harus diantisipasi melalui pembangunan kota yang terintegrasi dengan sistem transportasi publik.

"Kalau urbanisasi tidak direncanakan dengan baik, kita akan menghadapi berbagai persoalan seperti kemacetan, banjir, polusi udara, penurunan kualitas lingkungan, hingga menurunnya kualitas hidup masyarakat," kata AHY, Jumat 24 Juli 2026.

Menurut dia, kota-kota maju di berbagai negara telah membuktikan bahwa sistem transportasi publik yang saling terhubung mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hidup masyarakat.

"Kota-kota maju di dunia semuanya berorientasi pada sistem transit yang saling terhubung. TOD adalah masa depan kita untuk menghadirkan kota yang sehat, produktif, dan mampu menjawab tantangan urbanisasi," ujarnya.

AHY menegaskan, konsep TOD tidak hanya sebatas membangun kawasan di sekitar stasiun kereta. Lebih dari itu, TOD harus mengintegrasikan transportasi massal dengan kawasan hunian, pusat ekonomi, ruang publik, hingga fasilitas bagi pejalan kaki dan pesepeda.

Baca Juga : Bapenda Kota Bekasi Bakal Ingatkan ASN yang Menunggak Pajak Kendaraan

"TOD bukan sekadar ada stasiun lalu disebut TOD. Yang terpenting adalah integrasi berbagai fungsi kota sehingga benar-benar memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat," tegasnya.

Ia menilai Bekasi memiliki posisi strategis sebagai bagian dari kawasan aglomerasi Jabodetabek yang menjadi penyangga aktivitas ekonomi nasional. Karena itu, pengembangan TOD di wilayah tersebut diharapkan mampu menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

"Bekasi memiliki potensi besar untuk menjadi model pembangunan kota berbasis transportasi publik. Jika berhasil, ini bisa menjadi best practice nasional dalam mewujudkan kota yang terhubung, rendah emisi, sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat," tutur AHY.

Pembangunan TOD Summarecon Stasiun Ekstensi Bekasi diharapkan menjadi langkah awal menghadirkan kawasan perkotaan yang mengintegrasikan mobilitas, hunian, dan aktivitas ekonomi dalam satu ekosistem, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan transportasi yang efisien sekaligus ramah lingkungan.***