BEKASI.POJOKSATU.ID - Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) meningkatkan intensitas pemeliharaan jalan tol di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat sebagai respons atas cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi tersebut berdampak pada kerusakan perkerasan di sejumlah ruas tol, seperti Jagorawi, Jakarta–Tangerang, Sedyatmo, Cawang–Tomang–Pluit (CTP), Cipularang, hingga Padaleunyi.
Senior General Manager JMT, Widiyatmiko Nursejati, menjelaskan bahwa tingginya curah hujan menjadi faktor utama kerusakan jalan tol.
Baca Juga: Perbaikan Jembatan Cisadane, Arus Lalu Lintas Tol Jakarta–Tangerang Direkayasa
"Hujan deras kerap memicu genangan dan antrean air di badan jalan, yang menyebabkan rekatan aspal melemah," ucap dia dalam keterangan resmi, Kamis, 29 Januari 2026.
Kondisi tersebut semakin diperparah oleh kendaraan dengan muatan berlebih atau overload.
"Atas situasi tersebut, Jasa Marga menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jalan tol atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kondisi perkerasan yang rusak di sejumlah titik," tutur dia.
Baca Juga: Tips Memadukan Interior Rumah Minimalis dan Dekorasi Tradisional Imlek
Sebagai langkah penanganan, Jasa Marga bersama anak usahanya, Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), melakukan berbagai upaya tambahan, termasuk peningkatan jumlah tim pemeliharaan serta frekuensi perbaikan.
Selain jalan tol, pemeriksaan juga dilakukan pada jembatan sebagai satu kesatuan sistem infrastruktur tol.***




