BEKASI.POJOKSATU.id - Melalui inisiatif Danamon Peduli bekerja sama dengan Sunyi Academy, sebuah yayasan yang fokus pada pembinaan ketenagakerjaan di industri kuliner untuk orang dengan disabilitas, program "Berbagi Dalam Sunyi" telah diluncurkan. Program ini mengajak nasabah Danamon untuk ikut serta dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi orang-orang difabel.
Mulai dari tanggal 30 Oktober hingga 13 November 2023 di Kantor Cabang Danamon Pondok Indah Mall 2 dan Kelapa Gading, serta dari tanggal 13 hingga 30 November 2023 di Kantor Cabang Matraman dan Prapatan, nasabah memiliki kesempatan untuk membeli kopi dari booth Sunyi Coffee di kantor cabang tersebut seharga Rp1,- (satu Rupiah) dengan menggunakan QRIS D-Bank PRO. Dengan berdonasi sebesar Rp30.000,- (tiga puluh ribu Rupiah), mereka dapat membantu orang-orang difabel yang membutuhkan.
Dana yang terkumpul dari donasi ini akan digunakan untuk memberikan pelatihan keterampilan kepada orang-orang difabel di wilayah Jabodetabek. Pelatihan ini bertujuan agar mereka dapat mandiri dan membangun masa depan yang lebih baik.
Dalam rangkaian pelatihan dan magang, peserta akan diajarkan teori kopi, teknik menjadi barista, dan manajemen keuangan usaha yang baik. Setelah pelatihan yang dijadwalkan pada tanggal 13 hingga 17 November 2023 di gerai Kopi Sunyi di Barito, Jakarta, peserta akan menerima sertifikat dan kesempatan untuk magang di Kopi Sunyi selama satu bulan.
“Misi Sunyi Academy untuk membekali kawan-kawan nasabah agar dapat berdiri di atas kaki sendiri dan menjadi sejahtera sangat sejalan dengan visi Danamon untuk Peduli dan Membantu Jutaan Orang Mencapai Kesejahteraan," kata Andreas Kurniawan, Chief Digital Officer PT Bank Danamon Indonesia Tbk.
"Oleh karena itu, Danamon melalui D-Bank PRO bersama Danamon Peduli senang sekali dapat bekerja sama dengan Sunyi Academy untuk mengajak nasabah Danamon turut membantu kawan-kawan difabel mendapatkan kesempatan kerja dengan menjadi barista yang kompeten,” sambung dia.
Saat ini, data dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia menunjukkan bahwa ada 22,97 juta orang difabel di Indonesia. Namun, hanya sekitar 7,6 juta di antaranya yang memiliki pekerjaan, baik di sektor formal maupun non-formal. Oleh karena itu, kolaborasi ini menjadi langkah positif untuk memberi mereka peluang pekerjaan yang layak, terutama di sektor kuliner yang mendominasi industri kreatif.
Melalui program Danamon Peduli dan kerjasama dengan Sunyi Academy, yayasan yang fokus pada pembinaan ketenagakerjaan di industri kuliner untuk orang dengan disabilitas, telah diperkenalkan program "Berbagi Dalam Sunyi". Program ini mengajak nasabah Danamon untuk ikut serta dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi orang-orang difabel.
Program ini berlangsung dari tanggal 30 Oktober hingga 13 November 2023 di Kantor Cabang Danamon Pondok Indah Mall 2 dan Kelapa Gading, serta dari tanggal 13 hingga 30 November 2023 di Kantor Cabang Matraman dan Prapatan.
Selama periode ini, nasabah dapat membeli kopi dari booth Sunyi Coffee di kantor-kantor cabang tersebut seharga Rp1,- (satu Rupiah) menggunakan QRIS D-Bank PRO. Dengan berdonasi sebesar Rp30.000,- (tiga puluh ribu Rupiah), mereka dapat membantu orang-orang difabel yang membutuhkan.
Dana yang terkumpul dari donasi ini akan digunakan untuk memberikan pelatihan keterampilan kepada orang-orang difabel di wilayah Jabodetabek. Pelatihan ini bertujuan agar mereka dapat mandiri dan membangun masa depan yang lebih baik.
Dalam rangkaian pelatihan dan magang, peserta akan diajarkan teori kopi, teknik menjadi barista, dan manajemen keuangan usaha yang baik. Setelah pelatihan yang dijadwalkan pada tanggal 13 hingga 17 November 2023 di gerai Kopi Sunyi di Barito, Jakarta, peserta akan menerima sertifikat dan kesempatan untuk magang di Kopi Sunyi selama satu bulan.
Program ini bertujuan untuk membantu orang-orang difabel mendapatkan peluang pekerjaan yang layak, terutama sebagai barista yang kompeten. Saat ini, ada 22,97 juta orang difabel di Indonesia, namun hanya sekitar 7,6 juta di antaranya yang memiliki pekerjaan, baik di sektor formal maupun non-formal. Oleh karena itu, kolaborasi ini menjadi langkah positif untuk memberi mereka peluang pekerjaan yang layak, terutama di sektor kuliner yang mendominasi industri kreatif.




