BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar program mudik gratis Lebaran 2026 dengan kapasitas yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya.

Tahun ini, Pemprov DKI menyiapkan kuota sekitar 26.500 pemudik yang akan diberangkatkan menggunakan 661 unit bus serta fasilitas pengangkutan 900 sepeda motor melalui truk ke berbagai daerah tujuan.

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menjelaskan bahwa program mudik gratis ini menjangkau enam provinsi dengan total 20 kota dan kabupaten tujuan untuk armada bus.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Hentikan Truk Kontainer di Jalan Rusak, Teguran Keras Tri Adhianto Viral di Media Sosial

Selain itu, terdapat enam lokasi khusus yang menjadi tujuan pengiriman sepeda motor pemudik menggunakan truk.

“Total kuota kurang lebih 26.500 orang untuk mudik. Bus yang disiapkan sebanyak 661 unit, serta 900 unit sepeda motor yang akan diangkut melalui truk ke enam lokasi tujuan,” ujar Suharini, dikutip dari JawaPos, 23 Februari 2026.

Besarnya jumlah armada yang disiapkan menunjukkan komitmen Pemprov DKI dalam memfasilitasi warganya agar dapat pulang kampung dengan aman dan nyaman saat Lebaran.

Baca Juga: Santri di Kota Bekasi Jadi Korban Pencabulan, Pelaku Mengaku Anggota TNI

Program ini juga menjadi salah satu upaya untuk menekan kepadatan arus mudik yang kerap terjadi setiap tahun, terutama bagi warga yang menggunakan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh.

Dengan tersedianya layanan pengangkutan motor, pemudik tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh menggunakan kendaraan roda dua yang berisiko tinggi.

Motor akan diangkut secara terpisah menggunakan truk menuju lokasi tujuan, sementara pemiliknya diberangkatkan dengan bus yang telah disediakan pemerintah.

Baca Juga: Ade Puspitasari: Masa Depan Bangsa Ditentukan Generasi Muda Melek Teknologi dan Politik

Pendaftaran mudik gratis dibuka mulai Minggu 22 Februari 2026 melalui laman resmi mudikgratis.jakarta.go.id.

Calon peserta diwajibkan menyiapkan dokumen berupa KTP DKI Jakarta, kartu keluarga (KK), serta STNK apabila ingin mendaftarkan sepeda motor untuk diangkut.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa pengaturan mudik tahun ini juga disesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat terkait persiapan Lebaran, termasuk penerapan Work From Everywhere (WFE).

“Pemerintah pusat sudah mengeluarkan kebijakan persiapan menyambut Lebaran. Kebetulan kemarin saya bersama Kementerian Perhubungan membahas rencana Work From Everywhere mulai 13 sampai 27 atau 28. Artinya, rentangnya cukup panjang,” kata Pramono.

Menurutnya, dengan adanya kebijakan WFE tersebut, arus mudik diperkirakan akan lebih tersebar dan tidak menumpuk pada satu waktu tertentu.

Baca Juga: Ade Puspitasari Konsisten Dukung UMKM, Sempatkan Beli Kopi Keliling di Setiap Kegiatan

Karena itu, Pemprov DKI akan mengatur jadwal keberangkatan mudik gratis secara bertahap agar tidak berlangsung bersamaan dan memicu kemacetan parah.

“Ternyata antusiasme mudik bersama, baik yang diselenggarakan swasta maupun kementerian atau lembaga, cukup tinggi. Kami atur supaya tidak berbarengan sehingga tidak terjadi kemacetan luar biasa seperti sebelumnya,” jelasnya.

Keberangkatan mudik gratis direncanakan dimulai pertengahan Maret, yakni sekitar tanggal 11 hingga 15 Maret 2026 dan seterusnya, menyesuaikan dengan dimulainya kebijakan WFE pada 13 Maret.

Dengan kapasitas besar dan dukungan ratusan armada, program ini diharapkan mampu memberikan solusi transportasi yang aman, tertib, dan terjangkau bagi ribuan warga DKI yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman.***