BEKASI.POJOKSATU.id - Dua pelatih klub peserta Super League 2026-2027, Jean-Paul van Gastel dan Marcos Santos, kehilangan jabatan setelah tim yang mereka tangani menelan kekalahan dari Persija Jakarta.
Menanggapi hal tersebut, Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong mengaku prihatin atas keputusan yang harus diterima rekan seprofesinya di tengah ketatnya persaingan kompetisi sepak bola Indonesia.
Diketahui bahwa Van Gastel berpisah dengan PSIM Yogyakarta setelah hanya mengumpulkan satu poin dari lima pertandingan yang dipimpinnya sejak awal musim.
Kekalahan telak 0-4 dari Persija Jakarta menjadi salah satu hasil yang memicu desakan suporter agar manajemen melakukan evaluasi terhadap tim.
Keputusan berpisah dengan Van Gastel diambil setelah ia memimpin PSIM menghadapi PSM Makassar pada pekan kelima Super League. Pertandingan tersebut berlangsung tanpa penonton.
Nasib serupa dialami Marcos Santos bersama Arema FC. Klub berjuluk Singo Edan itu mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Brasil tersebut setelah menelan kekalahan telak dari Persija Jakarta.
Di bawah arahan Marcos Santos, Arema FC kesulitan mempertahankan hasil positif setelah meraih kemenangan pada pekan pertama kompetisi.
Rentetan hasil yang kurang memuaskan itu turut mengiringi keputusan klub untuk mengakhiri kerja sama dengan sang pelatih.
Menanggapi pemecatan dua pelatih tersebut, Shin Tae-yong mengaku merasakan kesedihan sebagai sesama insan sepak bola.
Menurut dia, hubungan antarpelatih tidak hanya sebatas persaingan di lapangan, tetapi juga ikatan sebagai sesama profesional yang menghadapi tekanan dan tuntutan dari klub masing-masing.
"Sebagai sesama rekan seprofesi, dan sebagai sesama insan sepak bola, saya menganggap semuanya adalah keluarga," ujar Shin Tae-yong.
Ia mengatakan, kabar pemecatan pelatih selalu menimbulkan keprihatinan, terlebih karena setiap pelatih memiliki tanggung jawab untuk membawa tim meraih hasil terbaik di tengah kompetisi yang ketat.
"Jadi, setiap kali mendengar kabar seperti itu, hati saya terasa sakit. Hati saya tidak tenang. Selalu ada rasa sedih dan prihatin di hati saya," ungkapnya.
Shin Tae-yong juga menyadari bahwa profesi pelatih memiliki risiko besar. Hasil pertandingan dan pencapaian tim kerap menjadi pertimbangan utama manajemen dalam menentukan kelanjutan kerja sama.
Situasi tersebut membuat setiap pelatih berpotensi menghadapi nasib serupa apabila gagal memenuhi target yang telah ditetapkan klub.
Sementara itu, Persija Jakarta masih berada di puncak klasemen sementara Super League 2026-2027 dengan koleksi 15 poin.
Pencapaian tersebut menempatkan Macan Kemayoran dalam persaingan perebutan gelar juara musim ini. Berbeda dengan PSIM Yogyakarta dan Arema FC yang telah mengakhiri kerja sama dengan pelatih masing-masing, Persija masih berupaya menjaga konsistensi performa demi mempertahankan posisinya di papan atas klasemen.




