BEKASI.POJOKSATU.id - Sejumlah ruas tol utama di Pulau Jawa telah lama menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat serta distribusi logistik lintas daerah. Empat di antaranya—Tol Jakarta–Cikampek, Palimanan–Kanci, Semarang Seksi A, B, C, dan Surabaya–Gempol—saat ini berada di bawah pengelolaan PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, yang telah mengelolanya selama delapan tahun terakhir.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menegaskan bahwa keempat ruas tol tersebut memiliki karakteristik dan peran strategis masing-masing.

“Jakarta–Cikampek menjadi akses utama dari dan menuju Ibu Kota, Palimanan–Kanci menghubungkan simpul penting Jawa Barat dan Jawa Tengah, Semarang Seksi A, B, C membantu mengurai kepadatan di pusat kota, dan Surabaya–Gempol menopang pergerakan logistik dan industri di Jawa Timur,” jelas Ria, dalam keterangan resmi, Kamis, 2 Oktober 2025.

Baca Juga: Pemeliharaan Berkala Tol Belmera, Petugas Fokus pada SFO, Marka Jalan, dan Expansion Joint

Tol Jakarta–Cikampek yang beroperasi sejak 1988 dikenal sebagai jalur vital logistik menuju kawasan industri terbesar di Indonesia. Tol Palimanan–Kanci, yang beroperasi sejak 1998, memperkuat konektivitas Jawa Barat timur dan Jawa Tengah, sekaligus mendukung arus wisata serta pemasaran produk lokal.

Tol Semarang Seksi A, B, C yang beroperasi sejak 1983, berfungsi sebagai jalan lingkar kota untuk mengurai kemacetan di pusat kota, sekaligus menghubungkan kawasan industri, pelabuhan, dan pusat logistik.

Sementara itu, Tol Surabaya–Gempol yang telah beroperasi sejak 1986, menjadi jalur utama penghubung kawasan industri Sidoarjo, Porong, hingga Pasuruan dengan Pelabuhan Tanjung Perak.

Untuk menjaga kelancaran lalu lintas, PT JTT melakukan pemeliharaan rutin dan peningkatan layanan. Kehadiran jalan tol terbukti menekan biaya logistik, mempercepat waktu tempuh, sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Baca Juga: Perbaikan Gerbang Tol Cawang–Tomang–Pluit Masih Berlangsung, Sejumlah GT Ditutup Sementara

“Setiap musim libur panjang atau periode arus mudik, keberadaan tol-tol ini menjadi penopang utama kelancaran lalu lintas. Kami berkomitmen untuk terus menjaga standar layanan, agar kehadiran jalan tol benar-benar menjadi solusi mobilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” tambah Ria.

Sebagai bentuk pelayanan berkelanjutan, PT JTT juga menghadirkan akses informasi lalu lintas 24 jam melalui One Call Center 14080 dan aplikasi Travoy 4.5, yang memberikan informasi real-time terkait kondisi jalan, rest area, hingga rekayasa lalu lintas.***