BEKASI.POJOKSATU.id - Ketua Umum PSSI Erick Thohir berharap klub-klub sepak bola Indonesia, termasuk Persib Bandung dan Persija Jakarta, dapat berkembang hingga mampu menghadapi tim-tim elite Eropa seperti Paris Saint-Germain (PSG) maupun Manchester United dalam laga persahabatan internasional.

Harapan tersebut disampaikan Erick menjelang pertandingan pramusim Chelsea kontra AC Milan yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 8 Agustus 2026.

Menurut Erick, peluang menghadirkan pertandingan antara klub Indonesia dengan tim papan atas Eropa sangat bergantung pada peningkatan kualitas kompetisi domestik, tata kelola klub, serta kondisi finansial yang sehat.

"Artinya apa? Kalau klub-klub kita makin baik secara keuangan, ini juga menumbuhkan klub-klub yang sehat di kemudian hari sehingga level pertandingannya tidak hanya melawan klub-klub Asia Tenggara, mungkin juga klub dunia," ujar Erick, Rabu, 29 Juli 2026.

Baca Juga: Dorong Pemulihan ODGJ, Pertamina Tegaskan Pentingnya Ruang Aman dalam Keluarga

Ia menilai duel antara Persija melawan Manchester United atau Persib menghadapi PSG akan menjadi pencapaian positif bagi sepak bola nasional. Namun, Erick mengakui nilai komersial dan daya saing klub Indonesia saat ini masih perlu terus ditingkatkan agar pertandingan tersebut layak diwujudkan.

"Saya apresiasi kalau nanti Manchester United melawan Persija, Persib melawan PSG, wah bagus. Cuma mungkin hari ini value-nya belum," katanya.

Untuk saat ini, Erick menilai laga yang lebih realistis adalah mempertemukan klub-klub Eropa dengan tim pilihan Indonesia, seperti Chelsea melawan AC Milan atau Aston Villa menghadapi Indonesia All-Star.

Sebagai upaya meningkatkan daya saing klub nasional, PSSI terus mendorong seluruh peserta kompetisi memenuhi standar club licensing. Selain memperbaiki tata kelola organisasi, setiap klub juga diharapkan memiliki kondisi keuangan yang sehat dan stadion yang memenuhi standar internasional.

"Kami juga ingin mendorong klub-klub Indonesia menjadi klub besar di Asia Tenggara dengan cara yang baik. Club licensing klub-klub Indonesia harus benar-benar diikuti. Klub-klub Indonesia harus punya fasilitas stadion yang mumpuni," ujar Erick.

Baca Juga: Said Iqbal Soroti Rencana PHK 846 Pekerja PT Victory Apparel, Pemerintah Siapkan Mitigasi

Dalam kesempatan yang sama, Erick menegaskan Tim Nasional Indonesia tidak akan dipertandingkan melawan klub-klub Eropa. Menurutnya, tim nasional harus menghadapi sesama tim nasional karena pertandingan resmi pada FIFA Matchday berpengaruh terhadap perolehan poin dalam peringkat FIFA.

"Kalau saya dari awal, Timnas Indonesia itu bukan bertanding melawan klub. Timnas Indonesia itu bertanding melawan tim nasional. Persepsi ini tidak boleh berubah lagi. Kenapa? Di FIFA Matchday ada poin untuk tim nasional. Kalau klub tidak ada poin," tegasnya.***