BEKASI.POJOKSATU.id - Pasca Gibran Rakabuming Raka diumumkan sebagai Bakal Calon Wakil Presiden yang mendampingi Prabowo Subianto, muncul kekhawatiran akan adanya perpecahan di dalam internal PDIP dan potensi pembelahan suara pemilih.

Menurut pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin, Gibran masih resmi terdaftar sebagai kader PDIP hingga saat ini.

Namun, keputusan untuk menjadikannya pendamping calon presiden di kubu lain telah menimbulkan ketidakpastian.

Baca Juga: Gibran Bawa Warna Baru untuk Golkar

Ujang menekankan bahwa pencapresan Prabowo dan Gibran oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) tentu mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo, yang juga ayah dari Gibran.

Oleh karena itu, kemungkinan besar relawan Jokowi di internal PDIP akan mendukung pasangan Prabowo-Gibran.

"Walau bagaimanapun, suka atau tidak suka, tampaknya akan ada perpecahan dan perbelahan di PDIP. Karena salah satu kader mereka didaulat menjadi calon wakil presiden di kubu lain," tegasnya.

Baca Juga: Gibran Jadi Cawapres Prabowo, Dukungan PDIP ke Ganjar-Mahfud di Kota Bekasi Tak Terpengaruh

Di sisi lain, beberapa kader PDIP seperti Budiman Sujatmiko dan Efendi Simbolon telah memutuskan untuk keluar dari partai tersebut dan kabarnya mendukung Prabowo.

Ujang menegaskan bahwa dalam pemilihan presiden dan wakil presiden, figur yang diusung memegang peranan penting. Sehingga, kemungkinan pembelahan suara di PDIP sangat tergantung pada sejauh mana figur yang diusung mampu menarik perhatian pemilih atau tidak.***