BEKASI.POJOKSATU.id - Tingginya volume kendaraan di Ruas Tol Jakarta-Tangerang mendorong Jasa Marga untuk terus menjaga kualitas infrastruktur jalan secara berkelanjutan.
Upaya ini dilakukan guna memastikan kondisi perkerasan tetap optimal dan memenuhi standar pelayanan di tengah beban lalu lintas yang padat.
Sebagai bagian dari langkah tersebut, Jasa Marga melanjutkan pekerjaan rekonstruksi perkerasan serta Scrapping, Filling, dan Overlay (SFO) di sejumlah titik.
Pekerjaan ini merupakan bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol yang dikelola oleh Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad bersama PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM).
Baca Juga: Jasa Marga Percepat Akses Tol Jogja-Solo ke Kawasan Wisata Ratu Boko
Rangkaian pekerjaan dijadwalkan berlangsung mulai Rabu, 22 April 2026 hingga Minggu, 10 Mei 2026, dengan lokasi yang tersebar di berbagai titik baik arah Jakarta maupun Tangerang. Selama proses pengerjaan, sejumlah lajur akan ditutup sementara, namun pengguna jalan tetap dapat melintas melalui lajur lain yang tersedia.
Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Ginanjar Bekti Rakhmanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan jalan tol.
“Perbaikan ini kami lakukan sebagai bagian dari pemeliharaan rutin untuk menjaga kualitas layanan dan memastikan kondisi jalan tetap layak dilalui di tengah tingginya volume lalu lintas di Ruas Tol Jakarta-Tangerang,” ujar Ginanjar.
Meski berpotensi menimbulkan kepadatan di beberapa titik, Jasa Marga memastikan pekerjaan dilakukan dengan tetap memperhatikan kelancaran arus lalu lintas.
Baca Juga: Lewat Energi Bersih, Pertamina Perkuat Kemandirian Ekonomi Komunitas Difabel Bandung
Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pengguna jalan selama proses berlangsung.
Pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mengatur waktu perjalanan dengan baik. Selain itu, pengguna jalan juga diminta memastikan saldo kartu elektronik mencukupi agar perjalanan tetap lancar.***




