BEKASI.POJOKSATU.id - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar silaturahmi bersama Kapolri dan ribuan buruh di Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jumat, 11 September 2026.

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 2.000 buruh serta ratusan pimpinan perusahaan yang mewakili sekitar 1.200 perusahaan besar nasional maupun multinasional.

Sejumlah perusahaan yang hadir di antaranya Epson, Panasonic, perusahaan komponen Grup Astra, LG, Nippon Denso, Omron, PHC, serta berbagai perusahaan lainnya.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Meski Harga Minyak Dunia Berfluktuasi

Tujuh kawasan industri yang terlibat dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Secara keseluruhan, kawasan tersebut menaungi lebih dari 3.000 perusahaan dengan jumlah pekerja mencapai lebih dari 700 ribu orang.

Selain Kapolri, pertemuan itu turut dihadiri Presiden FSPMI Suparno, Presiden KSPI Said Iqbal, Bupati Bekasi, serta unsur Dewan Pimpinan Nasional Apindo.

Pertemuan antara buruh, pengusaha, pemerintah, dan aparat keamanan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang semakin baik sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif.

Dalam kesempatan itu, Kapolri menegaskan bahwa kesejahteraan pekerja dan kemajuan dunia usaha tidak seharusnya ditempatkan sebagai dua kepentingan yang saling berlawanan.

Menurutnya, keduanya harus tumbuh secara beriringan agar mampu memperkuat perekonomian nasional.

“Buruh harus sejahtera, tetapi pengusaha juga harus maju. Ini demi kepentingan bersama. Karena itu, mari kita jaga kondusivitas. Dengan kebersamaan, Indonesia bisa mencapai cita-citanya menjadi negara maju dengan rakyat yang sejahtera,” ujar Kapolri.

Presiden FSPMI Suparno mengatakan, kesejahteraan masih menjadi perhatian utama kaum buruh. Hal itu semakin penting karena pembahasan undang-undang ketenagakerjaan baru tengah berlangsung, sementara proses penetapan upah minimum 2027 juga semakin dekat.

Baca Juga: Inovasi Lingkungan dan Sosial Pertamina Patra Niaga JBB Diganjar 63 Penghargaan

Ia berharap regulasi ketenagakerjaan yang baru dapat memberikan perlindungan lebih kuat kepada pekerja. Selain itu, kebijakan pengupahan diharapkan mampu menghasilkan tingkat upah yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan buruh.

“Bagi kaum buruh, kesejahteraan adalah hal yang utama. Undang-undang ketenagakerjaan baru sedang dalam proses untuk disahkan. Kami berharap undang-undang tersebut benar-benar melindungi buruh dan upah minimum dapat ditetapkan sesuai dengan harapan kaum buruh,” kata Suparno.

Suparno juga menilai komunikasi antara buruh, pengusaha, pemerintah, dan aparat keamanan penting untuk menjaga kondusivitas, terutama menjelang penetapan upah minimum.

“Konsolidasi ini sekaligus untuk menjaga kondusivitas negeri. Biasanya, menjelang penetapan upah minimum, eskalasi aksi buruh meningkat. Karena itu, komunikasi dan dialog seperti ini menjadi penting,” tegasnya.

Pertemuan tersebut kemudian menegaskan komitmen bersama untuk menjaga ketenangan di kawasan industri, mendukung pertumbuhan investasi, serta tetap mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja.

Prinsip yang dibawa dalam pertemuan itu yakni pertumbuhan industri harus berjalan bersama dengan peningkatan kesejahteraan pekerja.

“Buruh sejahtera, pengusaha maju, investasi tumbuh, dan Indonesia menjadi negara maju dengan rakyat yang sejahtera.”***