BEKASI.POJOKSATU.id – Kemacetan parah terjadi di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT) pada Senin pagi, 4 Mei 2026. Arus lalu lintas dari arah Bekasi menuju Jakarta tersendat cukup panjang hingga dikeluhkan para pengendara yang melintas.
Kepadatan ini dipicu adanya pengalihan arus dari Jalan Raya Bekasi-Cakung yang sedang dilakukan pekerjaan proyek.
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Ridha Poetera Aditya, mengatakan pengalihan arus tersebut membuat kendaraan menumpuk di jalur alternatif.
“Kemacetan dipicu oleh pengalihan arus dari Jalan Raya Bekasi-Cakung yang tengah dilakukan pekerjaan proyek,” kata Ridha, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, banyak pengendara memilih melintas melalui kawasan Harapan Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, sebagai jalur alternatif menuju Jakarta.
Namun, kondisi di lapangan justru menunjukkan adanya titik penyempitan jalan atau bottleneck di perbatasan menuju Rorotan, terutama di area jembatan.
Akibatnya, volume kendaraan yang tinggi dari arah Bekasi tidak sebanding dengan kapasitas jalan di titik tersebut.
“Volume kendaraan meningkat cukup tinggi dari arah Bekasi menuju Jakarta, sementara kapasitas jalan di titik terbatas, sehingga terjadi penumpukan kendaraan,” jelasnya.
Baca Juga : 17 Korban KRL Masih Dirawat, KAI Pastikan Pendampingan
Pantauan di lokasi, antrean kendaraan mengular cukup panjang, terutama pada jam sibuk pagi saat aktivitas warga menuju tempat kerja meningkat.
Meski demikian, kemacetan berangsur terurai setelah petugas kepolisian melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik.
Pihak kepolisian juga terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kepadatan lanjutan, khususnya di jam-jam rawan macet.
Ridha mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam merencanakan perjalanan, termasuk mencari informasi kondisi lalu lintas sebelum berangkat.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas serta mencari informasi guna menghindari kepadatan di titik-titik rawan,” pungkasnya.***




