BEKASI.POJOKSATU.id – Kepadatan arus balik Lebaran 2026 menuju wilayah Jakarta terus dipadati oleh pemudik. Untuk mengurai kemacetan yang terjadi, Kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow satu lajur di Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek (Japek).
Contraflow diberlakukan mulai KM 70 hingga KM 47 arah Jakarta sejak pukul 10.30 WIB. Kebijakan ini diterapkan secara situasional berdasarkan diskresi Kepolisian melihat lonjakan volume kendaraan di lapangan.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), Ria Marlinda Paallo, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya antisipatif menghadapi puncak arus balik.
“Pemberlakuan contraflow ini merupakan langkah antisipatif untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas pada periode arus balik,” ujar Ria dalam keterangannya.
Ia menambahkan, pihaknya bersama Kepolisian terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi lalu lintas di ruas Tol Jakarta–Cikampek.
“JTT bersama Kepolisian terus memantau kondisi lalu lintas di lapangan dan akan melakukan penyesuaian rekayasa lalu lintas apabila diperlukan,” jelasnya.
Menurut Ria, peningkatan volume kendaraan yang signifikan menuju arah Jakarta menjadi faktor utama diterapkannya rekayasa lalu lintas tersebut.
Baca Juga : 285 Ribu Kendaraan Diprediksi Padati Tol, Begini Imbauan Jasa Marga
“Lonjakan arus kendaraan dari arah timur menuju Jakarta cukup tinggi, sehingga diperlukan langkah cepat untuk menjaga kelancaran lalu lintas,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penerapan contraflow dilakukan secara fleksibel dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti situasi di lapangan.
“Rekayasa lalu lintas ini bersifat situasional, artinya bisa diperpanjang atau dihentikan sesuai dengan kondisi kepadatan kendaraan,” ungkapnya.
Jasa Marga juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan arus balik.
“Kami mengimbau pengguna jalan untuk menjaga jarak aman, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” tuturnya.
Selain itu, pengendara juga diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh.
Baca Juga : Menhub Imbau Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Ini Jadwal Rawan Kemacetan
“Pastikan kendaraan dalam kondisi baik, bahan bakar cukup, dan saldo uang elektronik mencukupi agar perjalanan tidak terhambat di jalan tol,” tambah Ria.
Untuk mendapatkan informasi terkini terkait kondisi lalu lintas, masyarakat dapat mengakses aplikasi Travoy maupun menghubungi layanan One Call Center Jasa Marga 24 jam di nomor 133.
“Pengguna jalan dapat memanfaatkan aplikasi Travoy untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time,” pungkasnya.
Dengan diberlakukannya contraflow ini, diharapkan kepadatan arus balik menuju Jakarta dapat terurai dan perjalanan pemudik menjadi lebih lancar serta aman.***




