BEKASI.POJOKSATU.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyatakan sebagian besar lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan proyek double-double track (DDT) Bekasi-Cikampek telah dibebaskan. Proyek tersebut direncanakan mulai memasuki tahap konstruksi pada periode 2027-2029.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, saat ini masih terdapat sejumlah titik yang proses pembebasan lahannya akan diselesaikan dalam waktu mendatang.

“Sudah sebagian besar kan sudah bebas lahannya. Hanya ada sebagian beberapa ruas yang kita nanti akan bebaskan,” ujar Bobby, Kamis 4 Juni 2026.

Proyek DDT Bekasi-Cikampek merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kapasitas jalur kereta api di wilayah Jabodetabek, khususnya di koridor timur yang melayani perjalanan kereta jarak jauh dan KRL Commuter Line.

Melalui pembangunan jalur tambahan tersebut, operasional kereta jarak jauh dan KRL nantinya akan dipisahkan sehingga kapasitas lintas meningkat dan perjalanan kereta dapat berlangsung lebih efisien.

Pemisahan jalur juga diharapkan dapat mengurangi potensi keterlambatan perjalanan akibat tingginya lalu lintas kereta yang saat ini menggunakan jalur yang sama.

Baca Juga : Brimob Polda Metro Jaya Gagalkan Tawuran di Bekasi Timur, 4 Pemuda Kedapatan Bawa Senjata Tajam

Koridor Bekasi-Cikarang sendiri menjadi salah satu lintasan dengan tingkat kepadatan tinggi karena melayani perjalanan KRL, kereta antarkota, hingga kereta barang.

Selain proyek DDT Bekasi-Cikampek, Kementerian Perhubungan saat ini juga masih melanjutkan pembangunan DDT Manggarai-Jatinegara.

Pemerintah menargetkan proyek DDT Manggarai-Jatinegara dapat selesai pada akhir 2027 dan mulai beroperasi pada 2028.

Keberadaan proyek DDT di sejumlah titik tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas jaringan perkeretaapian di Jabodetabek sekaligus mendukung mobilitas masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dengan progres pembebasan lahan yang hampir tuntas, pembangunan DDT Bekasi-Cikampek menjadi salah satu proyek yang dinantikan masyarakat, terutama pengguna KRL yang setiap hari beraktivitas dari dan menuju wilayah Bekasi serta kawasan industri di Cikarang.***