BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah resmi menutup pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way lokal presisi di Tol Trans Jawa pada arus balik Lebaran 2026, Senin 30 Maret 2026 dini hari.

Dengan berakhirnya kebijakan tersebut, arus kendaraan kini kembali normal dengan sistem dua arah.

Penutupan dilakukan langsung oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho dan Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono di Jasa Marga Tollroad Command Center.

Dudy menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas yang selama ini diterapkan untuk mengurai kepadatan arus balik resmi dihentikan tepat pukul 00.00 WIB.

Baca Juga: Ruang Kosong Disulap Jadi Kamar Pasien, RSUD Bekasi Siap Tampung Lonjakan Pasien

“Pemberlakuan one way sepenggal presisi atau one way lokal sepenggal presisi pada pukul 24.00 kami nyatakan selesai atau kami nyatakan ditutup,” ujarnya.

Dengan normalnya kembali arus lalu lintas, masyarakat kini dapat melintas di Tol Trans Jawa tanpa pembatasan arah seperti sebelumnya.

Meski demikian, Dudy tetap mengingatkan pengguna jalan untuk tetap berhati-hati selama perjalanan.

“Ini sudah berlaku secara normal. Jadi masyarakat yang masih melakukan perjalanan diimbau untuk tetap berhati-hati di jalan,” katanya.

Baca Juga: Menghilang Tanpa Jejak, 2 Karyawan Ayam Geprek Diduga Terlibat Mutilasi

Penutupan one way ini menjadi penanda berakhirnya fase krusial pengaturan lalu lintas selama arus balik Lebaran 2026.

Sebelumnya, rekayasa lalu lintas dilakukan secara bertahap, mulai dari contraflow hingga one way lokal untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan arus mudik dan balik tahun ini berjalan lancar meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan yang signifikan.

“Arus mudik berlangsung dengan baik meskipun terjadi peningkatan yang cukup tinggi, namun arus mudik tetap bisa kita kelola dengan baik,” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa sebelum penutupan one way, pihaknya telah melakukan berbagai langkah seperti sosialisasi dan sterilisasi jalur untuk memastikan transisi berjalan aman dan tertib.

Selain itu, data menunjukkan adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama periode arus balik.

Baca Juga: Jalur Fungsional Tol Japek II Selatan Jadi Andalan Pemudik, Arus Balik Bekasi Naik Signifikan

Fatalitas korban meninggal dunia tercatat turun hingga 30 persen, sementara jumlah kejadian kecelakaan menurun sekitar 7 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Keberhasilan ini disebut sebagai hasil kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, dan operator jalan tol.

Dengan berakhirnya rekayasa lalu lintas ini, diharapkan kondisi lalu lintas tetap terkendali dan masyarakat dapat melanjutkan perjalanan dengan aman serta nyaman.***